SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Tim Kemenangan Daerah (TKD) Provinsi Banten untuk Prabowo-Gibran akan membangun struktur hingga tingkat kelurahan, untuk memasang target pemenangan pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 satu putaran.
Strategi itu termuat usai para partai koalisi Indonesia maju (KIM) tingkat Provinsi Banten, melakukan konsolidasi di Hotel Horison, Kota Serang pada Minggu 17 Desember 2023.
Ketua TKD Provinsi Banten, Airin Rachmi Diany menjelaskan, pembentukan struktur sampai tingkat kelurahan merupakan hal yang efektif. Sebab, tingkat kelurahan akan langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Seharusnya sangat efektif, karena yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu di tingkat kelurahan yang berjenjang di bawah,” ujarnya.
Airin menuturkan, hal tersebut akan terwujud dengan dibantu oleh struktur partai koalisi berjumlah sembilan partai, dan para relawan Prabowo-Gibran di Banten.
“Mudah-mudahan bisa membangkitkan daya dukung dan semangat. Tentunya dalam rangka memenangkan Prabowo-Gibran. Sampai hari ini kan kita punya struktur partai, baik itu dari Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PSI, Garuda, PRIMA, Gelora, dan PBB,” katanya.
Airin mengatakan, seluruh para pimpinan partai di tingkat Provinsi Banten juga telah menyampaikan pesan serta instruksi kepada struktur di bawah, hingga para calon legislatif (Caleg).
“Kami ingin menampilkan dan menyampaikan pesan dan instruksi dari masing-masing Ketua Partai untuk secara berjenjang baik dari struktur partai maupun krpada para caleg dan lainnya,” tuturnya.
Pihaknya mengaku optimis, Prabowo-Gibran akan memenangkan Pilpres 2024 hanya dalam satu putaran. Meskipun, saat ini ada tiga calon Presiden yang akan bersaing.
“Tentunya dengan kerja ceras, kerja cerdas, dan kerja tuntas dan ikhlas, doa dari para alim ulama, serta para tokoh. Kuncinya kerja bersama-sama serta saling dan berkolaborasi,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan belajar pada pengalaman Pilpres 2019 untuk pemenangan Prabowo-Gibran di Banten. Kemudian, kata dia, hasil survei akan menjadi acuan mereka untuk mengevaluasi hasil capaian yang telah dilakukan.
“Kita akan belajar dari pengalaman tahun 2019. Tapi yang pasti survei terus dilakukan, baik di tingkat nasional maupun tingkat provinsi. Tapi sekali lagi, survei itu hanya akan menjadi acuan, apakah yang sudah kita lakukan selama ini itu on the track, dan apa yang akan kita lakukan ke depan,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











