Irna mengaku ingin mendapatkan penjelasan dari Kepala BPJN Banten kaitan pintu Exit Tol Pagelaran itu tetap dibangun atau di drop. “Apakah kesungguhan kami tidak dipertimbangkan agar exit tol Pagelaran ini bisa terwujud karena ini sudah pasti baru dua pintu tol. Yakni Bojong dan Panimbang,” katanya.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Banten Wahyu Supriyo Winurseto memberikan penjelasan, BPJN Baten melaksanakan proyek jalan tol Serang-Panimbang seksi 3 atau sepanjang 33 kilometer.
“Seksi 3 ini pembangunannya terbagi dua fase atau dua tahap. Tahap pertama sepanjang 17,4 kilometer ini kurang lebih sudah 58 persen dan fase dua sepanjang 15,54 kilometer, baru saja penandatangan kontrak dan kami berharap kontrak Ini sudah bisa mulai dikerjakan di awal tahun 2024 ini, dan untuk pembebasan lahan sudah di 84 persen, sedangkan untuk di Kabupaten Pandeglang sendiri masih diangka 77 persen,” katanya.
Kemudian terkait pintu Tol Pagelaran secara DED belum dihilangkan. “Tidak kita hilangkan tapi kita tunda karena kalau kita bangun ujung jalannya itu menyempit karena statusnya masih jalan desa. Dari pintu tol lebar jalan 20 meter namun pas ujung menyempit karena status jalanya perlu dinaikan dulu ke kabupaten dan kami siap bangun dari anggaran nasional,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Udi Juhdi menyampaikan, pihaknya dari DPRD Kabupaten Pandeglang menyerap aspirasi bahwa exit tol Pagelaran itu harga mati.
“Karena masyarakat Pagelaran, Patia dan Sukaresmi ini, tidak hanya mengorbankan lahan pertanian produktifnya saja, tidak hanya menerima dampak negatif kebisingan proyek saja, tapi masyakarat yang saya sebutkan tadi harus mendapatkan dampak positifnya. Adanya peningkatan perekonomian, pendapatan, akses kemudahan mobilisasi, perlu adanya pintu tol Pagelaran,” katanya.
Jika tidak ada pintu tol Pagelaran, TB Udi menilai akan mematikan ekonomi warga setempat kalau memang untuk masuk akses tol saja harus muter ke Bojong dan Panimbang. Sementara Pagelaran sudah ditetapkan masuk kawasan industri, salah satu investor sudah masuk di Pagelaran adalah pabrik gula,
“Kemudian kaitan status jalan harus sudah ditingkatkan dari jalan desa ke jalan kabupaten dan sudah bisa difasilitasi oleh ibu Bupati dan Kadis PUPR. Bahkan tiga tahun berturut-turut kami sudah berupaya membangun jalan,
Saking ingin memperjuangkan hak-hak masyarakat, pokoknya pintu Tol Pagelaran harga mati harus terwujud demi ekonomi masyarakat,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











