PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas PUPR Banten melalui kontraktor pelaksana PT Bangun Azima Cipta Mandiri secara resmi akan membuka akses jalan Mengger-Mandalawangi-Caringin pada tanggal 28 Desember 2023 pukul 24.00 WIB atau 29 Desember 2023 dini hari.
Pembukaan akses jalan dilakukan karena telah selesai melaksanakan pengecoran badan jalan sepanjang Tanjakan Bangangah.
Pengecoran sudah selesai dilaksanakan oleh PT Bangun Azima Cipta Mandiri selaku kontraktor pelaksana proyek pelandaian badan jalan Tanjakan Bangangah yang lokasinya berada di antara Kampung Baru, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, dan Kampung Lebak Situ, Desa Banjarwangi, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Adapun penutupan akses jalan Mengger-Caringin, tepatnya di Tanjakan Bangangah, sudah berlangsung selama empat bulan, terhitung sejak 21 Agustus 2023 hingga 28 Desember 2023.
Setelah dibuka, maka kendaraan baik sepeda motor maupun mobil sudah bisa kembali melintasi Tanjakan Bangangah.
Warga Mandalawangi,.Abah Sarmadi, mengatakan, proyek pelandaian Tanjakan Bangangah sudah selesai.
“Rencananya akses jalan mulai dibuka besok malam (28 Desember 2023). Proyek Tanjakan Bangangah sudah rampung,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 27 Desember 2023.
Medan jalan Tanjakan Bangangah sudah dilandaikan. Sehingga, tidak curam lagi.
“Kalau dulu banyak pengendara mengalami kecelakaan karena lolos rem. Karena tanjakannya curam,” katanya.
Sementara itu, pihak PT Bangun Azima Cipta Mandiri, Sony, menjelaskan bahwa progres proyek Tanjakan Bangangah sudah mencapai 96 persen.
“Untuk pengerjaan saat ini memasuki tahap finishing. Tinggal caping beam dan balok melintang sama perapihan,” katanya.
Ketika ditanya kapan akses Tanjakan Bangangah dibuka, Sony mengatakan, mulai dibuka pada Kamis, 28 Desember 2023, pukul 24.00 WIB.
“Dibuka namun hanya satu lajur dulu. Karena masih ada pengerjaan perapihan,” katanya.
Lebih lanjut, Sony mengungkapkan, proyek pelandaian Tanjakan Bangangah menjadi salah satu proyek yang dinilainya sangat berat. Jadi, di antara banyak proyek yang sudah dikerjakan, Tanjakan Bangangah paling berat.
“Paling berat karena ternyata terdapat banyak batu besar dan sangat keras. Sulit dipecahkan pakai alat berat hingga ada batu yang memang tidak mempan oleh alat berat namun hanya bisa dipecahkan secara manual oleh tukang batu,” katanya.
Banyaknya batu besar dan keras menyita waktu pekerjaan. Proyek pelandaian Tanjakan Bangangah ini kurang lebih sepanjang 705 meter.
“Namun ada penambahan pengecoran badan jalan sepanjang 170 meter. Jadi total panjang untuk pengerjaan segmen 2 sepanjang 875 meter,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono












Pasar batu bantar cimanuk sebaiknya dipindahkan, dan pertigaan mengger alangkah baiknya di buat jalan lingkar utk mengurai kemacetan yg parah