SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Pada tahun ini sebanyak dua investor telah berinvestasi dan melakukan pembebasan lahan di zona industri Kecamatan Tunjungteja. Kedua investor yaitu PT Jaya Perkasa Sasmita dan PT Andalan Pangan Nusantara.
Penata Kelola Penanaman Modal Muda pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang Nuzul Fatwa mengatakan, dampak keberadaan Tol Serang-Panimbang cukup baik untuk iklim investasi di Kabupaten Serang, terutama di kawasan-kawasan yang terdapat exit tol Serang-Panimbang.
“Keberadaan Tol Serang-Panimbang sangat berdampak bagi investasi di Kabupaten Serang terutama untuk zona industri yang ada di Kecamatan Tunjungteja dan zona permukiman dan perumahan yang ada di Kecamatan Cikeusal,” katanya, Selasa 2 Januari 2023.
Ia mengatakan, ada sebanyak lima desa yang menjadi zona industri di Kecamatan Tunjungteja yaitu Desa Sukasari, Bojongmenteng, Kemuning, Malanggah, dan Desa Tunjungteja.
“Untuk luas total zona industri di 5 desa du Kecamatan Tunjungteja itu sekitar 1.500 hektare” jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan data yang dimilikinya, sudah ada dua perusahaan yang memiliki izin dan sedang melakukan pembebasan lahan baik untuk kawasan industri maupun pabrik di luar kawasan industri.
Di Tunjungteja sudah ada 2 perusahaan yang masuk dan mengajukan izin lokasi. Rencananya mereka mengajukan untuk kawasan industri dan selebihnya untuk industri di luar kawasan dengan total luas lahan mencapai 265 hektare.
“Unntuk perusahaan pertama yaitu PT Jaya Perkasa Sasmita yang berencana akan membuat kawasan industri dengan total luas lahan mencapai 2.500.000 meter yang berada di tiga desa yaitu Desa Kemuning, Bojongmenteng dan Tunjungteja. Lalu PT. Andalan Pangan Nusantara yang berlokasi di desa Kemuning dengan luas lahan mencapai 150.000 meter,” jelasnya.
Selain zona industri, keberadaan Tol Serang-Panimbang juga berdampak terhadap keberadaan zona permukiman di Kecamatan Cikeusal. Ada banyak pengembang yang masuk di kecamatan tersebut.
“Untuk wilayah Cikeusal untuk kawasan permukiman, mereka sedang melakukan pembebasan lahan dan pembangunan,” jelasnya.
Diyakini, keberadaan tol Serang-Panimbang juga berdampak bukan hanya untuk 2 jecamatan yang terdapat exit tol, melainkan kecamatan-kecamatan penyangganya.
“Yang juga terdampak karena berdekatan dengan Cikeusal sementara Petir, karena berdekatan dengan Tunjungteja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kbaupateb Serang Syamaudin mengaku pihaknya terus berupaya mempromosikan zona industri yang ada di Kecamatan Tunungteja.
“Kami sudah melakukan promosi-promosi melalui pameran di luar daerah, seperti kemarin kita ke Bandung, ke luar kota sudah kita lakukan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











