“Untuk usulan pengadaan ASN pada tahun 2024 terdiri PPPK khusus bagi pelamar non-ASN dan CPNS bagi pelamar umum. Instansi pemerintah diharapkan untuk mengusulkan kebutuhan ASN dengan wajib memprioritaskan penataan pegawai non-ASN,” katanya.
Kemudian, dikatakan Yosef, dalam menyampaikan jumlah kebutuhan CPNS dan PPPK tahun 2024 dengan melampirkan Surat usulan dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Hal itu sesuai dengan format teriampir pada aplikasi eformasi.
“Waktu penyerahan paling lambat tanggal 31 Januari 2024. Nah saya sama temen-temen tengah mengawal surat Menteri PAN-RB,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, ASN kini disiapkan untuk menghadapi disrupsi teknologi yang semakin pesat.
“Pemerintah memberikan kesempatan kerja bagi talenta muda Indonesia dengan membuka formasi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2024. Pemerintah akan membuka rekrutmen CASN sebanyak 2,3 juta formasi yang dialokasikan untuk guru dan dosen, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Pemerintah membutuhkan para pembelajar muda yang terampil dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pelayanan publik berbasis digital, efisiensi birokrasi, dan mendorong peningkatan kinerja. Serta akuntabilitas pemerintah.
“Saya mengundang saudara-saudara, talenta-talenta muda hebat Indonesia untuk memanfaatkan peluang rekrutmen calon ASN tahun 2024. Dan menjadi bagian dari semangat reformasi birokrasi, serta pelayanan publik yang berdampak dan lebih baik,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











