SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten mengirimkan enam tenaga kesehatan (nakes) untuk membantu penanganan korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.
Enam nakes tersebut terdiri dari dua dokter, dua perawat, dan dua bidan. Pengiriman dilakukan secara mandiri oleh masing-masing PMI daerah yang mendapat penugasan dari PMI pusat.
Ketua PMI Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah, mengatakan bahwa pihaknya telah membuka donasi sejak hari pertama bencana terjadi. Donasi digunakan untuk layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, serta pengadaan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
“Pengiriman tim medis ini dilakukan secara mandiri oleh PMI masing-masing termasuk PMI Banten. Donasi dari masyarakat dan perusahaan sebagian digunakan untuk memberangkatkan tim medis ini,” ujarnya, Jumat 12 Desember 2025.
Tatu menjelaskan tenaga kesehatan akan dirolling setiap dua minggu agar para relawan tetap dalam kondisi prima selama bertugas. “Biasanya dokter minta rolling per dua minggu karena kami juga melihat kondisi tim, dari kesehatan dan lainnya,” katanya.
Selain ke Aceh, PMI Banten juga menerima permintaan bantuan tenaga medis dari Provinsi Sumatera Barat. PMI Banten akan membentuk satu tim tambahan yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan untuk diberangkatkan ke wilayah tersebut.
“Kita akan merekrut lagi dokter, perawat, serta bidan yang bersedia bergabung. Tim baru akan segera dibentuk,” tegasnya.
Hingga kini, donasi yang terkumpul mencapai Rp540 juta. Penggalangan donasi akan terus dibuka hingga proses pemulihan bencana di Aceh dan Sumatera selesai.
“Penanganan bencana tidak sebentar, pasti jangka panjang. Kami mengikuti kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Selain memberangkatkan tenaga kesehatan, pengurus PMI Provinsi Banten juga akan menuju Sumatera Utara untuk menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Data kebutuhan kami minta dari PMI setempat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak berlebih,” kata Tatu.
Tatu juga mengimbau agar para relawan menjaga kesehatan selama bertugas.
“Tadi saya menanyakan obat-obatan pribadi, walaupun mereka tenaga kesehatan, khawatir ada yang lupa,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











