Selain jalan, dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat juga diketahui telah berhasil membangun jembatan dan juga pasar desa yang tentunya dapat berguna bagi perputaran perekonomian di desa-desa.
“Kemudian pasar desa 14.600 terbangun. Hanya saya minta pada bupati juga Mendes agar pembangunan apapun pasar desa, posyandu, dan lainnya desainnya disiapkan jangan sampai kelihatan tambal sulam. Kalau ingin bangun Desa wisata di desa betul, kalau gak ada arsitek minta bantu Bappenas, yang penting kades punya antusias tinggi pasti akan dibantu,” terangnya.
Dalam hal pertanian, dana desa juga telah membangun sebanyak 6700 embung di desa-desa yang pembangunannya disesuaikan dengan kebutuhan desa.
“Embung yang dibangun dana desa 6700 itu bukan jumlah kecil, oleh sebab itu saya titip sebelum bangun sesuatu direncanakan dan lihat kebutuhan jangan kades keinginan saya ini, kebutuhan desa apa, juga setiap desa punya karakter sendiri-sendiri. Ada yang ingin bangun desa wisata gak papa kalau ingin desanya indah, sumber air melimpah dibangun kolam renang kaya Banjar Negara,” tegasnya.
Dengan banyaknya capaian pembangunan yang ditorehkan, pihaknya pun memiliki semangat untuk meningkatkan dana desa dan melanjutkan program tersebut. Namun demikian, harus dibarengi dengan pengelolaan yang hati-hati dan baik.
“Saya perlu semangat ini karena dana desa perlu ditingkatkan jumlah rupiahnya. Dengan catatan Dikelola dengan baik, Akuntabilitas baik, kalau awur-awuran hati-hati ada yang mengawasi, jangan awur-awur merasa tidak diawasi padahal diawasi,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











