PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pemkab Pandeglang Pandeglang bakal mendapatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Banten di tahun 2024 sebesar Rp16 Miliar.
Secara nominal besaran Bankeu Pemprov Banten mengalami penurunan sebesar Rp4 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang diterima Pemkab Pandeglang sebesar Rp20 Miliar.
Menanggapi bakal adanya penurunan Bankeu, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Pandeglang Erin Fabiana mengaku, tidak begitu mempermasalahkan terkait besaran Bankeu di Kabupaten Pandeglang yang secara nominal mengalami penurunan.
“Bantuan Keuangan kecil tidak masalah yang penting pembangunan, khususnya infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan provinsi di Kabupaten Pandeglang itu menjadi perhatian. Dan Kita berterima kasih kepada Pemprov Banten, tahun ini ada sejumlah ruas jalan yang digarap oleh Pemprov Banten,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 10 Januari 2024.
Jalan yang akan dibangun di tahun 2024 ini diantaranya di Kecamatan Sumur. Yaitu ruas Taman Jaya-Ujung Jaya.
“Terus Mengger-Caringin juga ada penambahan lagi. Dan ruas jalan Menes-Jiput,” katanya.
Jadi, diungkapkan Erin, ketika nominal Bankeu diterima Pemkab Pandeglang kecil menjadi tidak masalah.
“Yang penting apa yang menjadi kewenangan Provinsi Banten itu ditangani dan menjadi perhatian. Kita juga harus terimakasih dengan akan dibangunnya jalan di Sumur yakni jalan Taman Jaya sampai Ujung Jaya kurang lebih sepanjang 14 kilometer, dan jalan Menes-Jiput, dibangun tahun ini juga,” katanya.
Kalau yang Sumur itu yang ruas Taman Jaya-Ujung Jaya kurang lebih Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran Rp90 Miliar.
“Yang rusak itu kan sepanjang14 kilo. Ya mudah-mudahan tuntas kan sebesar 90 miliar, tadinya itu Rp120 miliar cuman dialihkan ke Mengger-Mandalawangi dan untuk penanganan Menes-Jiput akan dilebarkan itu dari DAK, ini yang ditangani provinsi,” katanya.
Erin menegaskan, oleh karena itu, ia tidak begitu mempersoalkan ketika Bankeu diterima kecil. Sebab paling penting itu pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan khususnya berjalan sesuai harapan.
“Jalan Taman Jaya-Ujung Jaya dan Menes-Jiput ini ditangani karena memang statusnya sudah diambil alih menjadi jalan provinsi. Oleh karenanya sah-sah saja walaupun Bankeu kecil yang penting yang menjadi kewenangan Kabupaten Pandeglang penanganan porsinya lebih besar dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain,” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengaku, belum menerima secara pasti berapa angka nominal nilai Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Banten tahun 2024.
“Kalau pada tahun 2022 itu sebesar Rp10 Miliar. Kemudian tahun 2023 nilai Bankeu diterima naik Rp10 miliar menjadi sebesar Rp20 Miliar,” katanya.
Sementara, untuk nilai Bankeu tahun 2024 ini, Sekda mengaku belum mendapatkan informasi ataupun pemberitahuan secara resmi. Harapannya nilai Bankeu diterima itu lebih besar dari tahun sebelumnya.
“Kalau naik ya syukur alhamdulillah. Kalau misalkan turun ya kita belum melihat berapa Bankeu akan diterima,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang Ade Juliansah mengungkapkan, Bantuan Keuangan dari Provinsi tahun 2023 sebesar Rp20 Miliar dialokasikan untuk penanganan infrastruktur yang meliputi penanganan perbaikan 13 ruas jalan dan tiga buah jembatan yang ambruk.
“Yakni jembatan Cukangpanjang, Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Jembatan Cijahe, Kecamatan Cipeucang dan Jembatan Cisangku. Saat ini semua paket pengerjaan bersumber dari Bankeu maupun APBD sudah selesai,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku, sudah meninjau kembali jembatan Cisangku Desa Tanjungan Kecamatan Cikeusik yang dulu pernah ambruk, sehingga aktifitas warga menjadi terganggu.
“Saat ini jembatan Cisangku telah selesai dikerjakan dan bisa dinikmati kembali oleh masyarakat. Yang menjadikan jembatan ini salah satu penyambung transportasi beberapa desa di kecamatan Cikeusik,” katanya.
Dengan adanya jembatan Cisangku yang baru selesai dibangun menjadi salah satu akses menuju pertumbuhan ekonomi. Kemudian menuju sekolah dan pertanian.
“Semua aktivitas masyarakat kembali normal dengan adanya jembatan baru. Seperti yang diketahui kapasitas jembatan ini bisa menahan beban untuk dilintasi kurang lebih 8-9 ton, maka dari itu masyarakat juga harus bisa saling menjaga dan merawat infrastruktur yang telah rampung ini jangan sampai membawa muatan overload,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











