SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingginya jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kabupaten Serang harus menjadi perhatian yang serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Hal itu guna tidak menambah angka jumlah pengangguran di Kabupaten Serang.
Demikian disampaikan Anggota komisi II DPRD Kabupaten Serang Abdul Kholik. Ia mengaku sangat prihatin dengan tingginya angka PHK yang terjadi pada tahun 2023. Namun demikian, pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak lantaran kewenangan mengenai hal tersebut sepenuhnya berada di pihak perusahaan.
“Soal PHK tentu kewenangan perusahaan. Kita di Kabupaten Serang tentu mendorong agar investasi di Kabupaten Serang meningkat agar bisa membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi,” katanya, Rabu 10Januari 2023.
Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Serang guna memastikan para pekerja yang mengalami PHK hak-haknya dapat terpenuhi.
Selain itu, pihaknya akan berupaya juga mendorong agar Disnakertars Kabupaten Serang memberikan pelatihan-pelatihan untuk pengembangan skill supaya mereka nantinya dapat memiliki usaha masing-masing.
“Syukur-syukur kita bisa mendorong terciptanya unit-unit usaha mandiri seperti umkm dan sebagainya. Itu harus didorong secara komperhensif,” tegasnya.
Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan OPD lainnya agar dapat meningkatkan minat masyarakat untuk dapat bekerja pada sektor-sektor lainnya seperti pertanian, perikanan atau bahkan perkebunan yang mana potensinya sangat besar sekali di Kabupaten Serang.
“Kita ini lapangan pekerjaan di sektor lainnya luas, seperti di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan kita kekurangan tenaga kerja. Tapi di sisi lain di sektor industri kita banyak PHK. Ini akan kita bicarakan agar industri-industri tersebut dapat diminati anak muda,” pungkasnya.
Menurutnya, aktifitas bertani, melaut dan berkebun sempat menjadi mata pencaharian utama masyarakat Indonesia puluhan tahun yang lalu. Hal itu pun tentunya harus ditangkap oleh generasi muda saat ini sehingga dapat menjadi matapencaharian bagi mereka dan mengurangi jumlah pengangguran.
“Dari itu semua, orang tua kita mampu menyekolahkan kita sampai perguruan tinggi kan. Potensinya besar, karena hari pertanian atau perkebunan semua laku. Jangan sampai tertarik pada pekerjaan-pekerjaan industri saja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











