SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat kebijakan publik Ahmad Sururi mengapresiasi dan mendukung langkah Pj Gubernur Banten Al Muktabar yang mengecek langsung tingkat kehadiran pegawai Pemprov Banten.
Bahkan, orang nomor satu di Banten itu tak segan untuk memotong tunjangan kinerja (Tukin) ASN Pemprov Banten yang indisipliner. Padahal, Tukin ASN Pemprov cukup besar dibandingkan pemerintah daerah lainnya.
“Tukin besar banget dan ini mestinya menjadi stimulus bagi ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat,” tegas Sururi, Rabu, 10 Januari 2024.
Ia mengapresiasi kinerja Pj Gubernur Banten dan berharap setelah Pj Gubernur mendatangi beberapa kantor OPD, mereka mendapatkan insight. Adanya ketegasan Pj Gubernur untuk memotong Tukin pegawai Pemprov yang indisipliner sangat didukungnya. “Besaran Tukin bagi ASN sejatinya mengacu kepada hasil evaluasi jabatan dan capaian prestasi kerja ASN itu sendiri,” tandas Sururi.
Kata dia, semestinya pemberian Tukin dilakukan secara proporsional. Artinya melihat evaluasi jabatan dan capaian prestasi kerja, sehingga tidak akan sama antara pegawai yang rajin dan tidak. Salah satu penilaian proporsionalnya adalah kedisiplinan ASN dalam kehadiran pada saat jam kerja.
Ia mengingatkan, salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja adalah dengan memberikan tambahan penghasilan berupa tunjangan kinerja. Apabila rendah disiplinnya, maka otomatis rendah kinerjanya dan berdampak pada penerimaan tunjangan kinerja ASN dan sebaliknya. “Jika tingkat kehadiran rendah sedangkan Tukinnya besar, maka ini tidak efektif,” tandasnya.
Untuk itu, akademisi Unsera ini meminta Pj Gubernur dan Pemprov Banten untuk mengintensifkan fungsi pengawasan dan pembinaan untuk menumbuhkan kesadaran ASN.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak











