CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Kepolisian menilai delapan kecamatan di Kota Cilegon rawan konflik selama Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun ini.
Kerawanan konflik yang dimiliki setiap kecamatan berbeda-beda. Untuk mengatisipasi meletusnya konflik tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim memerintahkan jajarannya untuk memantau jalannya penyelenggaraan Pemilu.
Abdul Karim menjelaskan, beberapa kerawanan konflik yang rentan terjadi yaitu konflik antar kelompok, massa, yang mengarah terjadinya benturan antar pendukung dan sebagainya itu.
“Hampir setiap kecamatan karakter kerawanannya ada,” ujarnya.
Oleh karena itu, Abdul Karim meminta jajarannya di Polres Cilegon, terutama Bhabinkamtibmas agar terus melalukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk menjaga kondusifitas dan keamanan.
“Jadi fokus Bhabinkamtibmas adalah melakukan koordinasi dengan KPPS, KPU, tokoh-tokoh masyarakat yang ada di wilayahnya untuk menjaga kondusifitas dan kemananan Pemilu,” ujarnya.
Tak hanya itu, demi terciptanya situasi yang kondusif dan aman saat pelaksanaan Pemilu 2024, Abdul Karim mengungkapkan pihaknya akan menurunkan ribuan personel kepolisian untuk mengawal jalannya pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.
Abdul Karim mengaku, Pihak Polda Banten telah menyiapkan 4.000 anggota kepolisian dalam pengamanan kampanye terbuka jelang Pemilu 2024.
“Untuk Polda (Banten) 1.300 yang BKO ke jajaran. Sedangkan untuk seluruh jajaran yang dilibatkan 4.000 personil untuk pengamanan pada saat rangkaian kegiatan Pemilu (2024),” ujarnya.
Abdul Karim pun mengingatkan agar jajaran kepolisian bersikap netral selama melakukan pengamanan rangkaian kegiatan Pemilu 2024 di setiap wilayah Kota Cilegon.
“Yang pertama penekanan saya adalah netralitas Polri yang dalam melakukan pengaman. Yang kedua, terkait persiapan kampanye terbuka yang akan kita laksanakan tanggal 21 (Januari),” paparnya. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











