LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, meninjau keluarga yang mengalami kelumpuhan di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, pada Jumat, 15 Januari 2024 lalu.
Keluarga Misto dan lima saudaranya, Rahmat Hidayat, Sumantri, Abdul Rohman, Elah, dan Edi mengalami kelumpuhan yang menyebabkannya tidak bisa beraktivitas dan hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengatakan bahwa yang diberikan untuk meringankan keluarga Misto yang dalam kondisi memprihatinkan.
“Meski santunan ini alakadarnya, semoga kedatangan saya mewakili BPIP dapat meringankan beban keluarga,” ucapnya Yudian.
Ia mengatakan, kedatangannya mendadak karena panggilan jiwa sebagai warga negara Indonesia yang berideologi Pancasila (Pancasila dalam tindakan).
“Informasi ini saya dapatkan dari media (berita) yang viral, kemudian sebagai bentuk Pancasila dalam tindakan maka kita wajib peduli dan saya langsung ke sini,” ujarnya.
Yudian juga menyebutkan, kedatangannya sebagai bentuk keprihatinan dan wujud negara harus hadir dalam membantu warga yang kesulitan.
“Bagaimanapun kondisinya, sebagai bentuk keprihatinan kita, maka Negara harus hadir”, tegasnya.
“Terima kasih sudah menyempatkan ke sini, semoga Bapak Ibu diberikan kesehatan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Abdul Rohman dan kelima saudaranya yang mengalami kelumpuhan pada bagian kakinya.
Penyakit yang dideritanya tersebut membuat dirinya sulit untuk beraktivitas.
Bersama keluarganya, mereka tinggal di gubuk reyot yang terbuat dari material anyaman bambu dan kayu.
Kondisi rumah yang jauh dari kata layak seringkali membuat mereka was-was terutama saat hujan turun. Terlebih bila hujan disertai angin kencang. (*)
Editor: Agus Priwandono











