JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID-Serangan Anies kepada Prabowo dalam debat Capres, Minggu 7 Januari 2024 lalu dinilai blunder. Alih-alih dapat lebih banyak dukungan, justru hasilnya suara Anies makin menciut. Itu memantik optimisme, bahwa paslon Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran.
Kesimpulan itu didapat dari hasil survei Lembaga Survei & Polling Indonesia (SPIN), Senin 15 Januari 2024 lalu. Direktur eksekutif SPIN, Igor Dirgantara membeberkan elektabilitas Prabowo-Gibran di atas 50 persen. Artinya, potensi menang satu putaran makin terbuka lebar.
“Perolehan suara paslon nomor urut 2, cenderung meningkat jadi 50,9 persen. Saya bisa bayangkan. Jika tinggal 0,1% lagi, jadi 51%. Itu artinya 50+1, bisa satu putaran,” papar Igor via daring.
Ditambahkan Igor, paslon nomor urut 1 yakni Anies-Muhaimin meraih elektabilitas sebesar 18,7 persen. Sedangkan, paslon nomor urut 3 yakni Ganjar-Mahfud mendapat elektabilitas sebanyak 23,5 persen saja.
Dalam surveinya, Igor juga menyebut suara untuk paslon nomor urut 1 dan 3 cenderung turun. Itu dapat diketahui pascadebat ketiga yang digelar pada 7 Januari 2024 lalu. Kenapa bisa begitu? Igor lantas menyebut gaya debat para paslon jadi faktor yang memengaruhi dukungan masyarakat.
“Itu dapat dilihat dari pasangan Anies-Muhaimin. Pasangan ini cukup dalam terkoreksi. Bisa jadi, mungkin ini dampak dari gaya debat Anies yang terlalu menyerang Prabowo,” jelas Igor.
“Keinginan Anies mendapat peningkatan poin dukungan, tapi malah berakibat blunder. Yang memperoleh tambahan poin dukungan justru malah Prabowo,” tambah Igor.
Igor membeberkan, pihaknya menggelar survei sepanjang periode 8-14 Januari 2024 alias sehari pascadebat. Survei ini melibatkan sebanyak 2.178 responden dari 38 provinsi Indonesia. (*)
Reporter: Agung S Pambudi
Editor: Agung S Pambudi











