LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Sebagai daerah penyangga ibukota, Provinsi Banten memang selalu menjadi perhatian elit politik. Pada Pemilu 2024 khusus untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Banten I Lebak-Pandeglang, untuk DPR RI banyak diisi oleh wajah baru dan pendatang baru.
Wajah baru Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Banten I, diantaranya Neng Siti Julaiha (PPP), Iti Octavia Jayabaya (Demokrat), Anda Suhanda (Gerindra), Vivi Sumantri Jayabaya (Perindo), Risya Azzahra Rahimah (PKB), Arif Rahman (Nasdem), Arif Rahman (Nasdem) dan Bonnie Triyana (PDIP).
Sementara Caleg DPR RI Dapil Banten I petahana di antaranya, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya (PDIP), Ali Zamroni (Gerindra), Iip Mitahul Choiri (PPP), Adde Rosi Khoerunnisa (Golkar) dan Rizki Aulia Rahman Natakusumah (Demokrat).
Namun menariknya ada Caleg DPR RI Dapil Banten I ada yang bukan berasal dari wilayah Lebak-Pandeglang. Semuanya Caleg akan bersaing untuk berkontestasi dan bisa lolos ke Senayan.
Pengamat Politik Agus Sutisna mengungkapkan, ada tiga alasan penting mengapa Dapil Banten I menjadi pilihan bagi para Caleg.
“Ada tiga latar belakang, siapa yang dicalonkan di dapil mana, pertama ikatan kedaerahan, kedua pertimbangan emosional dan ketiga top down penempatan oleh DPP parpolnya masing-masing,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 21 Januari 2024.
Agus menjelaskan, alasan pertama kenapa Caleg tersebut ditempatkan pada wilayah Dapil Banten 1 tentunya karena ada ikatan kedaerahan. Hal tersebut terjadi bukan hanya di Lebak tetapi pada semua daerah.
“Bukan cuma di Lebak, orang ditempatkan karena memiliki Ikatan kedaerahan. Makanya pertimbangan elektoral, akan menempatkan mereka pada Dapil tersebut seperti Caleg putra daerah sehingga memiliki ikatan kedaerahan,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang ini.
“Kedua pertimbangan emosional, Caleg yang akan ditempatkan walau bukan di tanah kelahirannya, tetapi mereka memiliki ikatan emosional. Adanya pertimbangan emosional ini, karena punya market atau pasar yang jelas. Selain itu ada mereka misalnya yang memiliki bisnis di Dapil tersebut sehingga memiliki banyak massa,” sambung Agus.
Ia menambahkan, untuk faktor ketiga, ada Caleg yang ditempatkan pada Dapil 1 karena arahan dari partai masing-masing Caleg. Sehingga mereka harus menerima tugas tersebut.
“Karena ada ploting dari DPP partai, selain itu kehabisan slot, sehingga harus berpindah Dapil. Dengan latar belakang tersebut akhirnya mereka mengambilnya dimanapun mereka ditempatkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus menuturkan, jadi tidak aneh lagi jika pada Dapil tertentu ada beberapa yang tidak familiar dan wajahnya asing. Tetapi mereka terpilih sebagai Caleg karena memiliki ide dan gagasan.
“Banyak wajah asing, ada orang Jawa, NTT, Jakarta dan masih banyak lagi. Karena mereka terpilih jadi DPR RI karena populer, dan memiliki ide-ide keren,” pungkasnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











