CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon merilis data jumlah masyarakat yang alami gangguan kesehatan akibat pencemaran udara kimia PT Chandra Asri.
Data tersebut bersumber dari Puskesmas di daerah terdampak serta Rumag Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon.
Kepala Dinkes Kota Cilegon Ratih Purnamasari menjelaskan akibat pencemaran udara itu sejumlah masyarakat harus mendapatkan penanganan medis.
Ada yang hanya sekadar rawat jalan, namun ada juga yang harus rawat inap.
“Di Pulomerak 36 orang, Puskesmas Citangkil 2 25 orang, Grgol 191 orang, di Ciwandan, rawat jalan 96 orang, rawat inap tujuh orang, dan rawat inap di RSUD tiga orang,” papar Ratih, Senin 22 Januari 2024.
Hingga Minggu 21 Januari 2024, di Puskesmas Ciwandan masih ada satu orang yang dirawat. Sedangkan yang di RSUD, Ratih mengaku belum mendapatkan laporan terkini apakah sudah pulang atau belum.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cileogn Sabri Mahyudin menjelaskan, bau tak sedap mulai tercium pada Sabtu 20 Januari 2024 sekitar pukul 03.00 di wilayah Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Grogol, Kecamatan Citangkil dan sekitarnya.
“Warga mengeluhkan mata perih, sesak napas dan mual muntah,” katanya.
Menurut Sabri, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lapangan di Lokasi PT. Chandra Asri. Dia mengakui, pada saat pengecekan tercium bau menyengat. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











