SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jatah pupuk subsidi di Kabupaten Serang pada tahun 2024 ini berkurang hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2023, Kabupaten Serang mendapatkan jatah 23 ribu ton pupuk subsidi, sedangkan di tahun 2024 hanya 11 ribu ton saja.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid tidak menampik. Ia mengatakan, alokasi pupuk subsidi jenis Urea untuk wilayah Kabupaten Lebak yakni 14.187 ton, Serang 11.491 ton, Pandeglang 17.247 ton, Tangerang 7.010 ton, Kota Serang 1.587 ton, dan kota Cilegon sebanyak 265 ton.
Sedangkan pupuk subsidi jenis NPK untuk wilayah Kabupaten Lebak sebanyak 11.300 ton, Serang 6.880 ton, Pandeglang 11.669 ton, Tangerang 4.412 ton, Kota Serang 6.880 ton dan Kota Cilegon 193 ton.
Agus membenarkan bahwa kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Serang pada tahun 2024 ini dikurangi hingga 50 persen jika dibandingkan pada tahun 2023. Hal itu karena Pemerintah Pusat melihat serapan pupuk bersubsidi di Provinsi Banten masih sangat rendah di bawah 50 persen. Sehingga Pemerintah Pusat melakukan penyesuaian kuota dengan jumlah rata-rata serapan pupuk subsidi di Kabupaten Serang maupun daerah lainnya.
“Serapan kita di tahun 2023 kemarin masih di angka 50 persenan, sehingga Pemerintah Pusat melakukan penyesuaian. Namun jangan panik. Jikapun kuotanya habis, Pemerintah sudah menganggarkan Rp14 trilliun tambahan anggaran yang setara dengan 2,5 juta ton pupuk subsidi,” ujar Agus kepada Radar Banten, Selasa 23 Januari 2024.
Sementara, PPNS Pupuk pada Distan Banten M Fahmi menjelaskan, terdapat beberapa kriteria penerima pupuk brtsubsidi yaitu mempunyai lahan garapan minimal 2 hektare, dan memberikan nomor NIK kepada petugas.
“Nah yang jadi masalahnya itu banyak petani yang double data, jadi mereka terdata oleh petugas dibeberapa tempat yang berbeda. Juga saat petugas melakukan pendataan, petani tidak memberikan fotokopi KTP yang sesuai dengan didata Disdukcapil,” katanya.
Ia mengimbau kepada para petani untuk segera melakukan tanam dengan memanfaatkan cuaca yang kini mulai masuk ke musim penghujan.
“Petani jangan panik, pupuk subsidi tersedia dengan aman. Kita pun terus memantau ketersediaannya,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











