CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Medical Center RSUD Kota Cilegon setingi lima lantai diperkirakan tidak akan rampung di tahun ini.
Hal itu lantaran Pemkot Cilegon kekurangan anggaran, serta progres baru sekedar pembongkaran bangunan lama.
Pembangunan medical center sendiri awalnya ditarget selesai dan mulai beroperasi di tahun 2024.
Direktur RSUD Kota Cilegon Lendy Delyanto pun tak menampik jika kemungkinan proyek medical center tidak akan rampung di tahun ini.
Menurut Lendy, salah satu faktor yang menyebabkan hal itu adalah kekurangan anggaran.
Anggaran yang tersedia saat ini untuk membiayai mega proyek itu hanya Rp55 miliar. Sedangkan kebutuhan sebesar Rp107 miliar.
“Sepertinya tidak selesai di tahun ini, kecuali ada bantuan anggaran dari provinsi maupun pemerintah pusat,” papar Lendy.
Lendy memperkirakan lanjutan pembangunan medical center RSUD Kota Cilegon akan dilakukan di tahun 2025 mendatang.
Tahapan pembangunan pengembangan RSUD itu dilakukan dari akhir 2023 kemarin yaitu dengan kegiatan pembongkaran.
“Sekarang persiapan lelang kontruksi, sedang berproses. Pengennya mah di April sudah mulai kontruksi,” papar Lendy.
Diketahui, dalam perencanaannya, gedung medical center RSUD Kota Cilegon akan dilengkapi fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD), instalasi bedah sentral yang sesuai dengan standar, ICU + HCU, ICCU + Cath lab, dan Depo IBS.
Selanjutnya, fasilitas untuk maternal perinatal, CK Kebidanan, PICU, dan NICU. Kemudian, akan terdapat ruang rawat inap non-vip, VIP/VVIP.
Lengkapnya fasilitas RSUD Kota Cilegon sebagai bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pembangunan Gedung Medical Center RSUD Cilegon setinggi lima lantai ini masuk dalam program prioritas daerah.
Selain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pembangunan Gedung Medical Center RSUD Cilegon ini juga merupakan bagian dari upaya agar tipe rumah sakit RSUD Cilegon meningkat dari saat ini tipe B menjadi tipe A.
Editor : Merwanda











