SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga beras di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, saat ini harga beras menyentuh Rp 15.000 per kilogram.
Menurut para pedagang, kenaikan harga beras itu terjadi akibat panen yang tidak merata. Sehingga, para pembeli pun mulai mengurangi pembelian beras.
Pedagang beras di Pasar Induk Rau, Owi (34), mengatakan bahwa harga beras saat ini mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga beras itu terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
“Kalau beras biasa itu per kilogram Rp 14.000 sampai Rp 15.000. Kalau per liter itu Rp 12.000 sampai Rp 12.500,” ujarnya, Senin, 29 Januari 2024.
Owi menjelaskan, untuk satu karung atau 25 kilogram beras saat ini dijual Rp 375.000.
“Per karung beras yang bagus sekarang Rp 375.000, kalau yang biasa Rp 365.000. Biasanya harganya Rp 325.000 per karung, itu yang premium. Naik Rp 20 ribuan,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga beras itu akibat tidak meratanya masa panen yang terjadi di Provinsi Banten. Terlebih, beberapa bulan lalu, sejumlah wilayah di Banten mengalami gagal panen akibat fenomena El Nino.
“Katanya belum panen semua, kayaknya di Februari atau Maret itu mulai panen raya,” tuturnya.
Ia mengaku, akibat kenaikan beras itu, tidak sedikit para pembeli memilih untuk mengurangi pembelian berasnya.
“Harapannya semoga (harga beras) cepat turun lagi, karena banyak ngeluh pembelinya, ongkosnya juga mahal sekarang. Biasanya beli karungan, sekarang rata-rata cuma beli 10 kilogram,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan kemajuan inflasi daerah, di antaranya, jagung, bawang merah, bawang putih, dan cabai.
“Alhamdulillah, untuk stok semua bahan bahan aman di Kota Serang,” ujarnya pada Selasa, 16 Januari 2024.
Wahyu menuturkan, saat ini Pemkot Serang juga bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Serang untuk menangani kenaikan harga beras.
“Untuk beras saat ini alhamdulillah aman, malah mengalami penurunan, ada yang medium memang masih di atas Rp 15 ribu. Tapi untuk beras stok Bulog masih di Rp 10.900 dan stoknya masih aman,” katanya.
Pihaknya, kata Wahyu, juga tengah melakukan pemetaan produsen di Kota Serang. Hal itu dilakukan untuk mengetahui adanya kelangkaan salah satu barang.
“Maka akan kita upayakan melalui Kementerian untuk disuplai dari produsen yang ada di Kota Serang, sehingga kerja sama lintasan kuat dilakukan,” ujarnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











