SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Warga yang tinggal di Pulau Sangiang, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang tidak memiliki Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersedia di tengah Pulau.
Mereka yang tinggal di Pulau Sangiang yang telah memiliki hak pilih ditetapkan untuk memilih di darat lantaran mereka masuk ke DPT di TPS 17, tepatnya di Kampung Tegal Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer.
Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi pada KPU Kabupaten Serang Septia Abdi Gama mengatakan, penentuan lokasi TPS untuk warga di Pulau Sangiang itu tidak dilakukan secara sepihak melainkan berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh tim adhoce dari KPU Kabupate Serang.
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan jika jumlah masyarakat yang tinggal di pulau Sangiang tidak terlalu banyak, yakni berkisar 15 orang. Untuk itu, TPS yang ada disana dipindahkan ke darat.
“Itu yang di pulau itu berdasarkan hasil investigasi dari data DPT itu yang alamat domisili sana ada 30 orang, tapi dari hasil investigasi banyak yang sudah pindah ke darat, menyisakan kurang lebih 5 sampai 6 KK atau 15 orang,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu 11 Februari 2024.
Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan skema untuk penjemputan warga yang masuk DPT agar menjamin hak pilih mereka tetap tersalurkan, yaitu dengan menyediakan perahu pengangkut untuk menjemput warganya.
“Penjemputannya rencana selasa sore sudah disiapkan perahu milik Bumdes, menjemput kesana ke pulau, nanti biar pagi sudah di bawa ke TPS,” tegasnya.
Dengan estimasi jumlah warga yang ada yakni berkisar 15 orang, maka pihaknya akan menyediakan satu unit prahu yang akan digunakan untuk menjemput pemilihi.
“Estimasi satu perahu sudah cukup, oleh teman-teman PPS dan PPK juga sudah disampaikan,” tegasnya.
Nantinya, mereka yang berasal dari Pulau Sangiang untuk cara memilihnya sama seperti warga lainnya. Tidak ada waktu khusus yang diberikan lantaran mereka masuk kedalam DPT.
“Karena mereka memang tercantum di DPT, secara otomatis ya seperti biasa diberlakukannya, kecuali mereka itu masuk DPTD atau DPK gitu. Waktu pemilihan dari jam 7 sampai dengan jam 1, makanya penjemputan rencana di estimasi sore, jadi nanti pagi langsung di tarik ke darat,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Anyer Imron Ruhyadi mengaku siap memfasilitasi warganya yang tinggal di tengah pulau agar mereka dapat menyalurkan hak pilihnya dan tidak golput.
“Kita juga diakusi kalau memang nanti untuk mobilisasi kita akan melakukan itu, tinggal nanti skema teknisnya penyelenggara pemilu seperti apa mobilisasinya. Buka nya jam berapa kapal harus stand by untuk jemput pemilih, itu sedang kita coba rumuskan. Kami intinya siap memfasilitasi,” tegasnya.
Ia mengaku telah menyiapkan kapal milik BUMDES desa Cikoneng yang nantinya dapat digunakan untuk mengangkut penumpang.
“Yang jelas kita ada kapal bumdes, yang memang siap diperuntukan untuk mobilisasi ke pulau Sangiang, jadi kita menunggu petunjuk teknis dari KPU saja,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











