CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat, sebanyak 13 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengalami sakit saat bertugas dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kota Cilegon.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan pada Dinkes Kota Cilegon, Febrinaldo, saat dikonfirmasi terkait penanganan kesehatan petugas penyelenggara Pemilu, Kamis, 15 Februari 2024.
“Kami melakukan monitoring ke Puskesmas dan ke empat rumah sakit rujukan. Adapun tenaga kesehatan Puskesmas pada tanggal 14 Februari itu melakukan monitoring ke TPS wilayah kerjanya selama 24 jam,” terang Febri.
Dari monitoring itu, lanjut Febri, pihaknya menangani bermacam-macam petugas di TPS mulai dari KPPS, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), dan petugas lainnya.
“Sakitnya bervariasi, setidaknya ada 13 orang. Ada anggota KPPS, Linmas, ada satu orang pemilih juga,” tuturnya.
Disampaikannya, dari 13 orang tersebut berasal, satu orang dari Kecamatan Ciwandan, empat orang dari Kecamatan Pulomerak, Kecamatan Grogol satu orang, Kecamatan Cilegon dua orang, Kecamatan Jombang tiga orang, dan Kecamatan Citangkil dua orang.
“Tidak ada yang sampai dirujuk ke rumah sakit, karena penyakit yang dialami hanya penyakit ringan setelah dilakukan pemeriksaan medis,” ujarnya.
Adapun penyebabnya beragam, seperti hipertensi dan sakit maag kemungkinan terlambat makan.
“Rata-rata yang kita temukan seperti TPS di Gedong Dalem wilayah Puskesmas Jombang, dia tidak makan, pingsan, dan hipertensi itu juga karena memiliki riwayat hipertensi,” tukasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











