PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga ikan di tingkat nelayan di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang belum stabil. Harga ikan di tingkat nelayan belum stabil karena memang banyak pedagang pasar masih libur pasca pencoblosan Pemilu tahun 2024.
Nelayan warga Kampung Ketapang, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur Ruyadinata membenarkan jika harga ikan saat ini belum stabil. “Harga ikan masih murah. Seperti ikan Tongkol, Selayar, per kilo Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilo,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 16 Februari 2024.
Menurutnya, harga ikan belum stabil karena masih terbawa suasana Pemilu juga. Jadi harganya kurang bagus. “Kalau lagi bagus itu harga per kilo Rp30 ribu per kilo untuk ikan Tongkol,” katanya.
Ketika ditanya kondisi laut, Ruyadinata menerangkan, cuaca di laut sedang bagus. Hasil tangkap ikan nelayan juga bagus. “Hanya saja harga masih turun naik. Akibat kurangnya pembeli,” katanya.
Sementara itu Nelayan Labuan Bambang mengungkapkan, harga ikan sempat mengalami penurunan sebelum hari H pencoblosan. “Dan mulai kembali merangkak naik setelah usai pelaksanaan pencoblosan,” katanya.
Usai Pemilu, Bambang mengatakan, sebagian nelayan sudah kembali melaut. Sebagiannya lagi belum. “Mungkin habis merasakan pesta demokrasi. Yaitu pencoblosan, jadi sebagian ada yang melaut dan ada yang tidak melaut,” katanya.
Bambang mengaku, kalau pelaksanaan Pemilu berdampak juga terhadap harga ikan. Terjadi perubahan harga. “Harga ikan sebelum pencoblosan itu gimana ya, turun drastis. Karena mungkin masyarakat antusias sudah menunggu-nunggu pesta demokrasi,” katanya.
Jadi banyak pedagang ikan di pasar itu jarang turun belanja ikan ke pelelangan untuk beli ikan. “Akhirnya ikan hasil nelayan dapatkan itu turun drastis. Nah setelah pasca pemilihan ini sudah ada harganya lagi, harga kembali standar,” katanya.
Adapun jenis tangkap ikan nelayan saat ini ikan kecil. Yakni ikan Gumilang, ikan Bondolan. “Ada juga ikan Kakap merah dan Kakap putih. Intinya sekarang setelah pesta demokrasi, nelayan ada harapan harga ikan bisa kembali normal,” katanya
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











