PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak empat titik pipa transmisi Perumdam Tirta Berkah Pandeglang mengalami kebocoran pada tanggal 11 Februari 2024. Pipa transmisi yang bocor itu tersebar di jalur Cikoromoy dan jalur Cikupa-Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Perumdam Tirta Berkah Cabang Pandeglang Lilis Suwartini mengatakan, penyaluran air bersih Perumdam Tirta Berkah kepada pelanggan mengalami gangguan pada tanggal 11 Februari 2024.
“Karena kita ada perbaikan pipa transmisi diameter 355 milimeter di empat titik,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 21 Februari 2024.
Ia mengatakan, pipa transmisi diperbaiki karena mengalami kebocoran. Sebanyak tiga titik di Ciekek dan satu titik di Cipacung.
“Aliran air belum normal kembali mengalirnya. Tiba-tiba ada kebocoran lagi, di Batubantar pada pipa berdiameter 300 milimeter,” katanya.
Pipa jalur Batubantar mulai dilakukan perbaikan pada hari Senin kemarin. Sehingga untuk sementara sampai hari ini pengaliran air belum normal.
“Karena memang masih memerlukan waktu untuk bisa sampai ke bagian perkotaan. Upaya kita pasca perbaikan ini dibantu dengan air mobil tangki,” katanya.
Ia mengatakan, mobil tangki dikirim ke semua pelanggan yang airnya belum mengalir. Mobil Tangki selalu siap siaga itu pelanggan kena dampak untuk perbaikan jalur Cikoromoy dan untuk perbaikan jalur Saruni yang sejalur dari Cikupa.
“Waktu kemarin pipa empat in kena gerusan alat berat Beko. Sudah diperbaiki kena lagi, yang empat inci,” katanya.
Dikatakan dia, pipa empat inci kena alat berat tengah melakukan pemasangan gorong-gorong. Kondisinya mengalami kerusakan sehingga langsung dilakukan perbaikan.
“Dan sekarang sedang diperbaiki. Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih untuk saluran pipa Cikupa-Saruni juga sama dibantu mobil tangki,” katanya.
Direktur Perumdam Tirta Berkah Pandeglang Euis Yuningsih menyampaikan permohonan maaf adanya gangguan penyaluran air bersih.
“Saat ini tengah ditangani. Dan kami secara berkala menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki air,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











