CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menggelar rapat pleno program TPAKD Kota Cilegon tahun 2024. Dalam rapat itu, disepakati tiga program untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Tiga program itu diantaranya, Pemberdayaan UMKM/Produk Unggulan Daerah, Gerakan Menabung Pelajar, dan Green Economy.
Rapat tersebut dihadiri oleh Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Pada Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek dan Banten, Sabarudin, dan jajaran stakeholder lainnya.
Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin menjelaskan, TPAKD Kota Cilegon dibentuk sebagai forum koordinasi antara pemangku kepentingan, intansi dan stakeholder terkait.
Diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta mampu mendorong dan menggiatkan kembali kegiatan-kegiatan ekonomi produktif masyarakat melalui upaya-upaya peningkatan pemberdayaan UMKM, pertanian, peternakan, perikanan dan program-program di sekolah serta kegiatan-kegiatan produktif di lingkungan masyarakat seperti penanganan sampah yang bisa diakses dengan perbankan.
Maman berharap TPAKD Kota Cilegon agar melakukan evaluasi, memonitoring dan pendampingan serta pembinaan pada setiap program yang sudah ditetapkan sesuai dengan sasaran.
“Kemudian, terapkan inovasi dan aplikasi yang mudah difahami terkoordinasi dan terpadu sehingga para pelaku ekonomi dan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang menyeluruh, mudah mengakses dan tidak berbelit-belit dalam mendapatkan layanan jasa keuangan,” papar Maman, Senin 26 Februari 2024.
Kemudian, khusus kepada para perbankan agar bisa mendukung program dan kegiatan TPAKD dalam hal kegiatan seperti sosialisasi dan edukasi, pembinaan, pendampingan, dan lainnya.
Maman juga meminta agar menciptakan invoasi pada setiap program TPKAD dan bisa menjadi tematik dan menjadi program unggulan.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Pada Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek dan Banten, Sabarudin menuturkan, setelah rapat pleno ini diharapkan terbangun koordinasi antara lintas sektor.
Otuput dari kegiatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sirkuler atau berlekanjutan.
“Jadi output dari kegiatan ini lahir entrepreuneur berkelanjutan, dan UMKM berkelanjutan,” ujarnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi











