SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Sejak Januari hingga Februari 2024 jumlah pasien yang dirawat akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DPD) di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RDSP) Serang mencapai 204 kasus.
Dari jumlah tersebut, didominasi oleh pasien yang berasal dari Kabupaten Serang yakni mencapai 128 orang.
Direktur RSDP Serang drg Agus Sukmayadi mengatakan, berdasarkan data per tanggal 27 Februari 2023, ada sebanyak 204 pasien yang dirawat di RSDP Serang akibat terjangkit DBD.
“Untuk Januari ada sebanyak 148 pasien yang dirawat karena DBD, sementara untuk Februari hingga tanggal 27 kemarin ada 56 jiwa yang dirawat karena DBD,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu 28 Februari 2024.
Ia menjelaskan, dari 204 pasien tersebut, paling banyak berasal dari Kabupaten Serang, mencapai 128 pasien, disusul dari Kota Serang dengan 65 pasien dan sisanya berasal dari Kabupateb Pandeglang, Lebak, Kabupaten Tangerang dan warga yang ber-KTP luar Banten.
“Kasus itu sudah kita laporkan ke masing-masing Dinas Kesehatan, agar tempat tinggal pasien dilakukan penyelidikan epidimologi oleh masing-masing puskesmas,” tegasnya.
Rata-rata, jadi seluruh pasien yang masuk dan menjalani perawatan di RSDP Serang mereka masih mengalami gejala awal sehingga dapat tertangani dengan cepat dan tidak sampai ada pasien yang meninggal dunia.
Ia mengatakan, pasien-pasien DBD yang dirawat di RSDP Serang selain karena mereka berobat sendiri ke IGD tetapi juga banyak yang merupakan pasien rujukan, baik dari puskesmas dan klinik.
“Ada yang memang sudah ditetapkan oleh puskesmas atau klinik terkena DBD, lalu kemudian dirujuk ke RSDP untuk rawat inap atau memang ada pasien yang langsung datang ke IGD rumah sakit dan setelah dilakukan rawat inap dan pemeriksaan laboratorium ternyata memang DBD,” terangnya.
Banyaknya kasus BDB yang terjadi disebabkan karena kondisi cuaca yang tak menentu dan juga kondisi lingkungan yang kurang bersih.
Untuk itu mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langakah-langkah antisipasi agar kasus DBD tidak semakin melonjak. Salah satunya ialah dengan gotong royong membersihkan lingkungannya agar tidak ada genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
“Perlu dilakukan gotong royong, di tingkat likungan maupun di tingkat rumah tangga agar penularan DBD di wilayah tersebut dapat diturunkan. Bila diperlukan bisa ditemui puskesmas untuk dilakukan fogging langkah terakhirnya,” jelasnya.
Ia juga meminta agar masyarakat dapat meningkatkan asupan gizi dan rutin untuk melakukan olah raga agar imunitas dapat meningkat. “Yang terpenting meningkatkan imunitas dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang dan olahraga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramadhani
Editor: Aas Arbi











