PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nelayan warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang keluhkan kondisi Muara Sungai Cipunten Agung yang dangkal akibat sedimentasi.
Kondisi Muara Sungai Cipunten Agung di Desa Teluk, Kecamatan Labuan yang dangkal dikeluhkan karena menyebabkan peralatan perahu atau kapal nelayan rusak kena sedimentasi berupa lumpur, bebatuan, dan sampah.
Nelayan warga Desa Teluk, Udin, mengatakan, kondisi Muara Teluk Labuan mengalami pendangkalan.
“Akibat terjadinya sedimentasi sudah seharusnya dilakukan pengerukan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 6 Maret 2024.
Sedimentasi di Muara Teluk Labuan berupa lumpur, bebatuan dan sampah. Berdampak buruk terhadap mesin kapal.
“Karena itu muaranya kurang dalem. Karena kurang dalem jadi si sampah itu bisa naik ke atas, nyangkut ke kipas perahu,” katanya.
Perahu juga sering kena. Bukan satu dua perahu, tapi sering perahu terdampar karena mengalami kerusakan.
“Mudah-mudahan pusat pemerintahan bisa diperbaiki lah. Muaranya supaya bisa digali lagi biar agak dalem,” katanya.
Pengerukan pada muara sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada perahu.
“Serta mempermudah nelayan saat hendak berangkat maupun menepikan perahu setelah melaut,” katanya.
Nelayan lainnya, Yunus berharap Muara Teluk Labuan segera dilakukan pengerukan.
“Kondisi muara sangat membahayakan nelayan. Sangat bahaya, terutama kipas mesin itu pada potong saat melewati Muara Teluk Labuan,” katanya.
Penyebab potong atau patahnya kipas karena terbentur bebatuan maupun sampah dan lumpur yang padat. Jadi harusnya dikeruk agar tidak lagi dangkal.
“Kami minta Muara Teluk Labuan dikeruk. Biar melewatinya jadi enak,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











