CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Pertarungan elektoral menuju Pilkada 2024 di Kota Cilegon sudah di depan mata. Bakal Calon Walikota pun sudah bermunculan baik dari petahana maupun penantang.
Dari petahana sendiri, baik Walikota Cilegon Helldy Agustian dari Partai Gerinda maupun Wakil Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta dari PKS dikabarkan keduanya bakal mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Cilegon. Sehingga diperkirakan keduanya bakal pecah kongsi dalam kontestasi Pilkada 2024 mendatang.
Sementara, penantang lainnya mulai bermunculan seperti dari Partai Golkar, yang mana Ketua DPD II Golkar Cilegon, Ratu Ati Marliati dan Isro Mi’raj yang merupakan Sekretaris DPD II Golkar dan juga sebagai Ketua DPRD Cilegon itu telah ditunjuk oleh DPP Partai Golkar untuk maju menjadi Calon Walikota Cilegon pada Pilkada 2024 mendatang.
Selain itu, baru-baru ini juga muncul dari Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana Putra. Dia direkomendasikan DPP PAN untuk maju sebagai Calon Walikota Cilegon.
Bahkan, dia ditugaskan oleh DPP PAN untuk mencari pendampingnya atau Calon Wakil Walikota Cilegon, dan partai koalisi agar memenuhi syarat pencalonan sebanyak 20 persen atau 8 kursi dari jumlah 40 kursi DPRD Kota Cilegon.
Sementara, berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Kota Cilegon pada Pemilu lalu tercatat, perolehan kursi DPRD Kota Cilegon dari suara internal masing-masing partai politik diprediksi dari kandidat yang ada. Partai Golkar meraih 8 kursi, Gerinda 7 kursi, PAN 6 kursi, dan PKS 4 kursi.
Pengamat Politik dari The Sultan Center, Edi M Abduh mengatakan, kontestasi Pilkada di Cilegon dilihat dari perolehan kursi legislatif yang ada bakal terjadi tarik menarik dalam hal koalisi pengusung partai pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.
“Karena jika dilihat aturan Perundang-undangan Pilkada dari PKPU Nomor 3 Tahun 2017, bahwa partai politik atau gabungan partai politik dapat mengusung bakal paslon itu 20 persen dari jumlah kursi DPRD, jadi minimal jumlah 8 kursi untuk mengusung bacalon,” kata Edi saat dihubungi melalui telefon, Minggu 17 Maret 2024.
Namun kata dia, dari kandidat yang ada semua berpeluang untuk maju di Pilkada 2024 di Cilegon, baik petahana maupun para penantang.
“Jadi peluang dari petahana dan lainnya itu harus berkoalisi dengan partai lain agar bisa maju. Tapi saya yakin pada kontestasi Pilkada sekarang akan lebih kompetitif meski dalam undang-undang baru hanya Golkar yang bisa mengusung sendiri akan tetapi dipastikan juga Golkar bakal berkoalisi dengan partai lain untuk mengamankan suaranya di Pilkada 2024,” terangnya.
Sementara Pengamat Politik lainnya, yang juga sebagai Ketua Presidium Jaringan Demokrasi (JaDI) Banten, Syaeful Bahri mengatakan, ada hal menarik dalam kontestasi Pilkada 2024 di Cilegon mendatang.
Bagaimana tidak, dari calon kandidat yang ada apakah Koalisi Pilpres akan berlanjut ke Koalisi Pilkada. Sementara dalam Koalisi Pilpres terdapat Golkar, Gerinda dan PAN akan tetapi dari masing-masing partai tersebut semua merekomendasikan Calon Walikota Cilegon.
“Jadi point pentingnya apakah koalisi pilpres akan berlanjut ke koalisi pilkada atau tidak, kalaupun iya masing-masing partai itu ada kandidat yang diusung sebagai calon Walikota pada Pilkada mendatang, tapi apakah mereka mau berpasangan untuk jadi C1 dan C2,” katanya.
“Kalaupun mereka tidak bisa untuk melanjutkan koalisi pilpres berarti pecah kongsi di koalisi pilpres, karena masing-masing dapat rekomendasi untuk jadi Bakal Calon Walikota ditambah dari PAN juga baru-baru ini Dede Rohana mendeklarasikan sebagai C1. Jadi yang menarik dari kandidat partai koalisi pilpres ini tidak ada yang mau jadi wakil,” tambahnya.
Padahal kata dia, kontestasi Pilkada itu harus adanya pasangan mengingat tahapan proses pencalonan sebentar lagi hanya tinggal beberapa bulan ke depan.
“Di Cilegon ini belum muncul kandidat untuk wakilnya, tapi kalau untuk Calon Walikota nya sudah banyak bermunculan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya juga memprediksi dari perolehan hasil suara Pileg pada Pemilu di Kota Cilegon setidak-tidaknya bakal terjadi tiga poros koalisi atau tiga kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon pada Pilkada mendatang.
“Setidaknya tidaknya ada 3 kandidat walikota kalau melihat peta perolehan pileg hari ini, atau maksimal 4 kandidat kalau dilihat dari jalur partai politik. Akan tetapi dalam Pilkada ini tentu dilihat dari elektabilitas dan kapasitas kandidat pilihan wakilnya untuk mempengaruhi pilihan serta kemenangan juga,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi











