SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten membantah banyaknya warga yang tidak menyalurkan hak pilih alias Golongan Putih (Golput) pada Pemilu 2024 disebabkan oleh kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.4 juta warga Banten tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024. Padahal, mereka sudah tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan oleh KPU.
Berdasarkan data yang diperoleh, KPU menetapkan 8.842.646 jumlah pemilih tetap pada Pemilu 2024 ini. Dan pada hasil penghitungan perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden tingkat Provinsi, pengguna hak pilih hanya berjumlah 7.422.507 pemilih saja.
“KPU telah melakukan upaya peningkatan partisipasi dengan berbagai program sosialisasi misalnya kirab pemilu 2024 yang diikuti oleh seluruh kab/kota yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Ketua KPU Banten M Ihsan, Minggu 17 Maret 2024.
Dikatakannya, sebelum pelaksanaan pemunggutan suara, KPU terus melakukan sosialisasi baik dengan melakukan diskusi maupun menjadi narasumber untuk menyosialisasikan baik di Pemerintah Daerah, organisasi keagamaan maupun kepemudaan dengan peserta masyarakat maupun kelompok strategis.
“KPU juga telah memproduksi berbagai Video Pendek dalam rangka sosialisasi Pemilu 2024 dan memaksimalkan publikasi melalui media sosial yang dimiliki KPU,” ungkapnya.
Namun, Ihsan mengaku belum mengetahui mengapa banyak warga Banten yang tidak menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2024 kemarin.
“KPU belum melakukan penelitian terkait faktor apa yang mempengaruhi pemilih, yang tidak menggunakan hak pilihnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











