PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1.060 siswa SMA Negeri 6 Pandeglang melaksanakan Khotmil Qur’an setiap hari selama bulan Ramadan.
Kegiatan Khotmil atau menghatamkan Al-Qur’an dilakukan dalam mengisi kegiatan pesantren Ramadan 1445 Hijriah di SMA Negeri 6 Pandeglang.
Menurut Kepala SMA Negeri 6 Pandeglang Nursalim, SMA Negeri 6 Pandeglang memang setiap tahunnya menggelar pesantren Ramadan.
“Kegiatan ini kami gelar dengan maksud dan tujuan untuk menumbuhkan karakter beragama makin baik kepada anak-anak kami,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di ruang kerjanya, Kamis, 28 Maret 2024.
Nursalim menjelaskan, persoalan pendidikan itu yang paling berat adalah persoalan karakter sebenarnya. Oleh karenanya melalui kegiatan pesantren Ramadan, harapannya, anak-anak itu akan menjadi sosok lebih baik di sisi karakternya.
“Sehingga ketika kita mendidik anak kita di kelas-kelas pembelajaran juga akan dengan mudah menerima. Tidak ada persoalan yang tajam antara siswa dan guru karena mereka bisa menempatkan pada posisinya,” katanya.
Oleh karenanya, kegiatan pesantren Ramadan ini kurang lebih berlangsung selama 17 hari. Agendanya setiap hari adalah Khotmil Qur’an.
“Jadi anak-anak dari jam 08.00 WIB sampai jam 09.00 WIB itu melakukan tadarus Alquran. Karena ada 30 kelas berarti kan masing -masing satu juz lah istilahnya,” katanya.
Sehingga satu hari sekolah ini Khotmil Qur’an selama 17 hari. Mudah-mudahan ini akan membawa keberkahan bagi anak-anak, bagi sekolah dan keluarga mereka.
“Kemudian kami juga bekerjasama dengan pihak yang berkualitas untuk memberikan materi tentang pesantren Ramadan khususnya. Alhamdulillah kegiatan ini memang sudah terjalin baik dari waktu ke waktu,” katanya.
Waktu kemarin, pihak sekolah mengundang donatur dari Palestina dan mereka bisa mendatangkan Syekh dari Palestina, yang bisa memberikan motivasi-motivasi tersendiri bagi anak-anak,” katanya.
Ketua Rohis SMA Negeri 6 Pandeglang Ali Rohman mengatakan, pesantren kilat di bulan Ramadan itu rutin setiap tahun.
“Ada lombanya juga, supaya setiap tahun tidak sama dengan tahun sebelumnya jadi agar ada perubahan,” katanya.
Kegiatan pesantren ini bagian dari upaya mencontohkan kepada teman-teman. Makanya ada pemateri dan penceramah.
“Untuk memberikan bekal di bulan Ramadan agar mendapatkan pahala berlipat ganda. Insyallah terpakai buat dunia dan akhirat,” katanya.
Pesantren ini diikuti oleh semua siswa. Dari kelas X, kelas XI dan Kelas II.
“Jadi dalam giat pesantren ini agar seru diadakan lomba pantun dan sholawat,” katanya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











