• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Dinas Pertanian Pandeglang Butuh Rp50 Miliar untuk Bangun Penggilingan Padi Modern

Purnama Irawan by Purnama Irawan
Jumat, 29 Maret 2024 15:02
in Pandeglang
0
Dinas Pertanian Pandeglang Butuh Rp50 Miliar untuk Bangun Penggilingan Padi Modern

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nasir.

0
SHARES
331
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang membutuhkan biaya Rp50 miliar untuk membangun penggilingan padi modern atau RMU (Rice Milling Unit) di Kabupaten Pandeglang.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Kabupaten Pandeglang Nair, penggilingan padi modern sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Pandeglang.

Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang Nasir mengatakan, membangun sebuah pabrik penggilingan padi modern biaya cukup besar.

“Kurang lebih membutuhkan anggaran sebesar Rp50 miliar,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon seluler, Jumat, 29 Maret 2024.

Anggaran sebesar itu, diungkapkan Nasir, sementara ini belum dapat dialokasikan dari APBD. Kalau ke pemerinag pusat mungkin saja tapi pihaknya sudah beberapa kali mengajukan kepada Kementerian Pertanian namun belum bisa direalisasikan.

“Saya sendiri sempat mengusulkan agar pabrik penggilingan padi modern itu dibiyai oleh BUMD. Biar nanti yang mengelola BUMD,” katanya.

Salah satu BUMD yang diusulkan agar dapat membangun pabrik penggilingan padi modern yaitu  BUMD Provinsi Banten, PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM).

“Kalau untuk lahan buat bangun pabriknya kita sudah punya. Tinggal ketersediaan alokasi anggarannya yang saat ini kita harapkan bisa bekerja sama dengan BUMD,” katanya.

Terkait hal itu, ia juga sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid agar dapat mendorong terwujudnya penggilingan padi modern di Kabupaten Pandeglang.

“Penggilingan padi modern ini sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani juga,” katanya.

Petani akan sejahtera ketika harga gabah yang dijualnya stabil.

“Jadi harga gabah dibeli sesuai HET. Sekalipun di pasar tengah banjir beras,” katanya.

Berbeda dengan sekarang ini, ketika petani mulai panen maka di pasaran banjir beras. Sebaliknya ketika memasuki musim tanam harga beras di pasar malahan naik.

“Kondisi ini tentunya merugikan petani. Khususnya petani Kabupaten Pandeglang dan umumnya petani Banten,” katanya.

Sementara ini, Kabupaten Pandeglang salah satu penyuplai pangan beras nasional. Hasil produksi gabah mencapai 960 ribu ton per tahun. Namun gabah yang dipanen dari Pandeglang langsung dijual ke luar daerah.

“Hal itu terjadi karena memang di Pandeglang belum memiliki pabrik penggilingan padi yang modern. Yang mana akan menghasilkan beras kualitas premium,” katanya.

Berdasarkan sepengetahuannya, beras dihasilkan dari penggilingan padi modern itu awet saat disimpan lama. Jadi tidak mudah bau apek dan berkutu.

“Tapi berbeda dikala kita menggiling beras dari penggilingan sekitar kita maka beras dihasilkan itu cepat kutuan. Padahal dari gabah yang sama tapi dari penggilingan beda sehingga kualitasnya juga berbeda,” katanya.

Oleh karena itu, diungkapkan Nasir, ia memiliki tekad kuat aga dapat mewujudkan penggilingan padi modern di Kabupaten Pandeglang. Jika dikelola oleh BUMD dengan berinvestasi Rp50 miliar tidak akan mengalami rugi.

“Sebab beras dihasilkan berkualitas. Kemudian petani juga senang karena gabahnya dibeli sesuai HET,” katanya.

Kemudian BUMD juga tidak akan rugi beras tidak laku. Sebab beras kebutuhkan pokok dan bisa juga dijual kepada ASN se-Provinsi Banten.

“Tujuan utamanya membantu petani agar harga gabah dijual stabil. Kalau sekarang ini mereka tak bisa menahan penjualan gabah karena kalau disimpan lama kualitasnya menurun,” katanya.

Jadi, ditegaskan Nasir, sangat penting dibangunnya sebuah pabrik penggilingan padi modern.

Selain butuh penggilingan padi modern, petani juga butuh kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) dari Rp5.000 menjadi Rp6.000 per kilogram.

“Itu sangat ideal bagi petani untuk bisa mendapatkan untung dari besarnya biaya operasional tanam padi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Desa Palanyar, Kecamatan Cipeucang Nana Sudarna, mengungkapkan, warga Desa Palanyar mayoritas petani.

“Menjadi salah satu desa lumbung beras di Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Di Desa Palanyar terdapat sumber air yang melimpah, serta terdapat ratusan hektare lahan pesawahan.

“Tanahnya yang subur membuat hasil panen padi di Palanyar cukup bagus. Namun sayang hasil panen padi tidak bisa dijadikan untuk cadangan beras,” katanya.

Setiap kali panen, para petani langsung menjual gabahnya dalam bentuk utuh. Artinya bukan dalam berupa beras tetapi masih berupa gabah.

“Kondisi itu terpaksa dilakukan karena memang banyak petani tidak memiliki tempat atau ruangan cukup tempat menyimpan. Ditambah kalau dalam bentuk gabah disimpan terlalu lama hal itu akan membuat kualitasnya menurun,” katanya.

Oleh karena itu, para petani lebih banyak memilih menjual dalam bentuk gabah ketimbang dalam bentuk beras.

“Kalau bentuk beras untuk saat ini secara itung-itungan rugi. Sebab di sini itu belum tersedia penggilingan padi yang modern,” katanya.

Saat ini, diungkapkan Nana, para petani menjual gabah sebagian besar ke Ciruas, Kabupaten Serang. Di sana itu terdapat tempat penggilingan modern.

“Sehingga banyak gabah dari kita di jual ke sana. Terus warga Pandeglang beli beras hasil giling dari Ciruas yang banyak juga dijual di pasar,” katanya.

Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi

Tags: BUMDCiruasDesa Palanyargabah kering gilinghpp gkpkabupaten pandeglangkabupaten seranglumbung beraslumbung panganmesin oven pengering gabahpenggilingan padi modernPetani
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

FK-PKBM Pandeglang Gelar Workshop Uji Kesetaraan dan Tingkatkan  Akses Pendidikan Bagi Anak Tidak Sekolah

Next Post

Objek Fidusia Dialihkan Tanpa Izin, Debitur Nakal Dilaporkan FIF Group Banten ke Polisi

Next Post
Objek Fidusia Dialihkan Tanpa Izin, Debitur Nakal Dilaporkan FIF Group Banten ke Polisi

Objek Fidusia Dialihkan Tanpa Izin, Debitur Nakal Dilaporkan FIF Group Banten ke Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Gunung Anak Krakatau

Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Wisatawan Kunjungi Pantai Carita

by Purnama Irawan
Minggu, 6 September 2026 17:49
0

PANDEGLANG, RADADBANTEN.CO.ID - Ratusan wisatawan memadati kawasan Pantai Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Pantai Carita merupakan salah satu destinasi wisata...

Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Meletus, Pemkab Serang Berencana Lakukan Pembelajaran Daring Sekolah di 7 Kecamatan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 6 September 2026 17:31
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana akan menerapkan pembelajaran secara daring untuk tujuh sekolah di tujuh kecamatan.Hal itu untuk mengantisipasi...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.