PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menghadapi mudik lebaran Idul Fitri 1445 hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang telah menetapkan besaran tarif angkutan bus antar kota atau antar provinsi (AKAP) sebesar 25 persen.
Bus AKAP masih menjadi pilihan moda transportasi masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Banten H. Mustaghfirin mengatakan, hasil dari rapat yang sudah dilaksankan dan disepakati bahwa untuk kenaikan tarif bus AKAP kini naik 25 persen.
“Ya dalam menghadapi mudik lebaran Alhamdulillah tarif sudah disepakati di 25 persen, jadi yang sebelumnya kalau hari biasa Rp 45 ribu maka hasil kesepakatan penyesuaian tarif naik menjadi Rp 60 ribu,” ungkapnya, Selasa 2 April 2024.
Dikatakan H. Mustaghfirin, nantinya stiker tarif yang telah ditetapkan ini akan dipasang di setiap angkutan kendaraan AKAP agar tidak terjadi lagi kenaikan tarif secara sepihak.
“Kemudian kami organda pun ketika pelaksanaannya dishub agar melakukan sidak, kasian masyarakat kalau ada kenaikan tarif sepihak, jadi mohon untuk mengintensifkan untuk sidak di terminal,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang Rudianto menyampaikan, bahwa kenaikan tarif angkutan AKAP mudik lebaran Idul Fitri 1445 hijriah telah disepakati oleh semua unsur yang hadir dalam rapat penetapan kenaikan tarif di Aula Dishub Pandeglang.
“Ya semoga semua ini dapat diterima oleh semua masyarakat penerima jasa transportasi, sehingga ini sudah disepakati oleh organda Kabupaten dan organda provinsi serta dengan PO perusahaan bus AKAP, naik-nya sekarang sebesar Rp 60 ribu,” katanya.
Ia melanjutkan, kenaikan tarif ini berdasarkan kesepakatan dari perwakilan awak bus atau angkutan umum dan sejumlah elemen masyarakat yang diwakili Organda Banten dan Organda Kabupaten Pandeglang, MUI, PWI, aktivis mahasiswa dan OKP.
Ia menambahkan, penyesuaian tarif sebesar 25 persen tersebut, yakni seperti AKAP jarak Kaliders–Labuan disepakati sebesar Rp 60 ribu.
“Ya dari Kaliders sampai Labuan Rp 60 ribu itu hasil daripada kesepakatan di dalam rapat tadi, kalau jaraknya memang dekat itu bisa lah menyesuaikan,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana










