SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar, kembali diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Banten untuk periode ketiga. Usulan itu disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, menilai bahwa pengusulan nama Al Muktabar menjadi Pj Gubernur Banten merupakan pilihan realistis yang diambil oleh DPRD Banten. Sebab,
“Pengusulan Al Muktabar menurut saya kan memang paling realistis yang harus dilakukan oleh DPRD Banten, mau siapa pengganti Pj-nya juga saya kira kualitasnya nggak jauh lagi mending daripada nyoba-nyoba mendingan yang ada saja,” ujar Adib kepada Radar Banten melalui telepon selulernya, Rabu 17 April 2024.
Apalagi, kata Adib, DPRD sebagai lembaga legislatif membutuhkan patner penyelenggara Pemerintahan di Eksekutif yang dapat bersinegri,”apalagi kan kalau kelas DPRD saya kira kan dalam tanda kutip gitu mereka yang bisa bersinergi itulah yang gampang mereka pilih. Gitu kira-kira,” ucapnya.
Adib pun menyoroti kinerja dari Al Muktabar yang sudah menjabat sebagai Pj Sekda Banten dalam dua periode ini. Menurutnya, kinerja Al Muktabar banyak yang harus dievaluasi. Seperti gagapnya dalam penanganan penangguran hingga penekanan inflasi daerah.
“Selama jadi PJ Gubernur saya malah sering mengkritik banyak capaian-capean pekerjaan yang menurut saya tidak selaras dengan apa yang diperintahkan oleh pemerintah pusat. Tengok saja seperti angka pengangguran, bagaimana soal fasilitas kesehatan, bagaimana soal penekanan inflasi. Ini masih jauh apa yang diharapkan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.
“Itu kan cuman dulu mungkin diperbolehkan oleh kekuatan politik. Tapi realitas politik hari ini berbeda, maka dari itu saya pikir bahwa banyak yang harus dievaluasi. Tapi kan apapun kinerja Al tetap akan dipertahankan karena mungkin hal sendiri sudah bisa mengakomodir kepentingan politik menurut saya,” imbuhnya.
Disingung soal Al Muktabar yang masuk dalam kadidat bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten, Adib menilai jika potensinya sangan kecil. Potensinya kecil, jika pun Al Muktabar dipinang oleh Partai Politik (Parpol) besar seperti Gerindra maupun Golkar.
Sebab, Adib memandang bahwa Al Muktabar tidak mempunyai elektabilitas sebagai politisi yang dapat bersaing dengan tokoh lain seperti Airin Rachmi Diany, Wahidin Halim, Rano Karno, Andra Soni, maupun mantan Bupati Pandeglang Dimyati.
“Saya kira kemungkinannya kecil karena namanya restu partai itu berat. Kalau dulu mungkin banyak orang melihat (Al Muktabar,-red) representasi dari PDIP, sekarang PDIP tidak bisa berkuasa begitu. Apalagi menurut saya bahwa koalisi pusat itu berpeluang besar diturunkan di Banten seperti Koalisi Indonesia Maju (KIM),” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











