LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memberikan imbauan kepada seluruh warga Kabuoaten Lebak agar tetap waspada akan bencana. Saat ini, BMKG sudah menggeluarkan peringatan potensi hujan lebat dan ringan disertai angin kencang dari tanggal 17-18 April 2024.
Diketahui dalam beberapa hari terakhir Kabuapaten Lebak dikepung bencana banjir, longsor dan gempa. Dari data BPBD Lebak tercatat 211 rumah terendam banjir dan rumah rusak terdampak longsor.
Pada 14-15 April 2024, terjadi banjir di Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, menyebabkan 72 rumah warga juga terendam banjir. Desa Sukamarga, Desa Margaluyu dan Desa Maraya Kecamatan Sajira tercatat 96 rumah terendam serta Kampung Batubeulah, Desa Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar tercatat 43 rumah terendam.
Selain itu longsor jalan di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung dan longsor merusak satu rumah di Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur.
Tobri warga Desa Pasir Tanjung mengatakan, hujan deras yang terjadi pada saat ini memang terus mengancam terjadinya bencana banjir dan longsor.
“Kemarin pada hari Senin (15/4) kemarin longsor terjadi, Alhamdulillah kami kerjabakti membersihkan jalan dan sudah selesai dibersihkan. Namun sekarang kami juga takut kejadian lagi longsor dan banjir luapan sungai Ciberang,” kata Tobri dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 17 April 2024.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama menyampaikan kepada warga tetap waspada dengan adanya potensi angin kencang, longsor, banjir dan gelombang tinggi di perairan Lebak Selatan.
“Untuk warga tetap waspada dengan potensi saat ini ya, khususnya kepada warga yang ada di jalan jangan berteduh dibawah pohon,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan 28 relawan yang ada di 28 kecamatan seluruh Lebak. Keberadaan relawan tersebut diharapkan mampu memberikan informasi terkait dengan ancaman bencana.
“Hujan lebat akan terjadi pada beberapa wilayah Lebak. Tentunya dengan adanya potensi tersebut warga harus berada di tempat yang aman,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











