TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Warga menolak penutupan sepihak Jalan Raya Puspiptek, Kota Tangsel yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Warga mengungkap sejumlah dampak yang akan dirasakan jika Jalan Raya Pispiptek ditutup BRIN.
Pertama, mengganggu dkonomi warga.
Warga di sekitar wilayah Jalan Raya Puspiptek mengandalkan perkonomiannya dengan berjualan di sepanjang jalan raya tersebut.
Selain itu, jalan ini juga menjadi penghubung ekonomi yang amat vital antara warga Setu, Tangsel dan warga Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Jika jalan ini ditutup, maka tak hanya perkonomian masyarakat Tangsel yang hilang, mata pencarian warga Kabupaten Bogor juga hilang.
Kedua, akses alternatif lebih jauh dan waktu tempuh lebih lama
Jika Jalan Raya Puspiptek ditutup, maka jalur alternatif yang diberikan BRIN lebih lama ditempuhnya. Antara 15-20 menit.
Ketiga, lokasi jemacetan akan bertambah di wilayah Muncul
Jalur tersebut diketahui menjadi akses utama dan sangat vital bagi dua warga, baik warga Kota Tangsel maupun warga Kabupaten Bogor. Jika terjadi penutupan, maka akses tidak lagi fleksibel karena hanya menjadi satu arah. Inilah yang nantinya akan membuat penumpukan lalu lintas di jalan alternatif yang diberikan BRIN. Terlebih, Pemkot Tangsel juga memberlakukan sistem buka tutup tiap pukul 7.00-9.00
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aas Arbi











