TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi VII DPR RI turut menyoroti aksi unjuk rasa warga terkait penutupan Jalan Raya Puspiptek oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
DPR RI menilai, upaya BRIN menutup akses jalan yang menjadi penghubung Kota Tangsel dan Kabupaten Bogor itu sebagai tindakan yang terburu-buru dan hanya buat kehebohan ditengah kondisi politik nasional yang masih memanas.
“BRIN jangan bikin heboh dan menambah kebisingan baru di tengah kondisi politik nasional yang masih panas. Kebijakan penutupan jalan tersebut sangat terburu-buru sehingga mendapat penolakan warga yang sangat besar,” ungkap Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto dalam keterangan rilis yang diterima, Rabu, 24 April 2024.
Mulyanto mengatakan, seharusnya BRIN lebih dulu melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat dan menjelaskan secara lengkap alasan penutupan jalan dan sudah menyiapkan pembukaan jalan alternatif baru dengan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
“Sebelum menutup jalan tersebut seharusnya sudah menyiapkan Jalan Provinsi yang baru dan siap pakai. Sudah juga berkoordinasi dengan baik dengan pihak provinsi yang bersangkutan, sehingga clear dapat dinyatakan oleh Pemda terkait bahwa tidak ada penutupan jalan provinsi, tetapi hanya pengalihan Jalan Provinsi dari yang lama ke yang baru,” jelasnya.
Menurutnya, alasan BRIN menutup Jalan Raya Puspiptek bisa diterima, mengingat jalan trrsebut menembus kawasan BRIN sebagai objek viral negara, dimana didalamnya ada reaktor nuklir GA Siwabessy dan fasilitas riset strategis lainnya.
“Karena itu kami meminta BRIN untuk berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi terkait status jalan provinsi tersebut, sehingga jelas bahwa yang terjadi adalah sekedar pengalihan jalan provinsi, bukan penutupan jalan provinsi,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











