TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Walikota Tangsel, Benyamin Davnie berbicara mengenai dunia pendidikan di Kota Tangsel.
Ia mengungkap, kemajuan teknologi telah merubah dunia pendidikan, satu contoh kecilnya ialah hadirnya alat telekomunikasi atau hape yang kini dimiliki kebanyakan anak-anak di sekolah.
Menurut Benyamin, dampak dari kemajuan teknologi yang menerpa anak-anak sekolah harus dapat diimbangi dengan menghadirkan pendidikan yang bermuatan lokal atau pendidikan ke-Indonesian dengan menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Pancasilaan.
Pendidikan muatan lokal ini menurut Benyamin, merupakan solusi agar anak sekolah tetap dapat menerima nilai-nilai budaya, etika dan moral yang ada didalam muatan lokal, disamping itu tetap menerima kemajuan teknologi.
“Tantangan kita saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara dampak kemajuan teknologi dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan, terutama nilai-nilai Pancasila. Salah satu solusinya antara lain, kita sisipkan pendidikan muatan lokal seperti silat, kerajinan tangan, adat istiadat, seni budaya, bidang kuliner khas Indonesia, dan lainnya,” ujar Benyamin saat menghadiri halal bihalal keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Tangsel di Universitas Pamulang, Jumat, 26 April 2024.
Benyamin mengatakan, perbedaan peradaban dulu dan saat ini terletak pada perkembangan teknologi. Menurutnya, dizaman dulu ketika perkembangan teknologi belum secanggih seperti sekarang ini, siswa hanya menerima ilmu dari satu pihak, yakni guru.
Seiring berkembangnya teknologi, saat ini siswa dapat menerima berbagai ilmu dan informasi melalui hape, sehingga kehidupan siswa menjadi lebih ekslusif.
“Saat ini mereka diluar sekolah mejadi anak-anak yang ekslusif, karena hapenya dia pegang dan kemudian susah untuk diajak makan bareng, solat bareng oleh orangtuanya,” jelasnya.
Editor Bayu Mulyana











