PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satu rumah milik Marid (52), warga Kampung Curug RT 002 RW 006, Desa Sumurlaban, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, hangus terbakar, Rabu, 1 Mei 2024, sekira pukul 12.00 WIB. Korban ditaksir mengalami kerugian materi Rp 100 juta.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena korban bersama istrinya tengah pergi ke sawah untuk memanen padi. Sementara anak beserta neneknya menyelamatkan diri ke rumah tetangga.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran karena korban sudah berangkat ke sawah semenjak pukul 07.30 WIB. Sementara waktu kejadian kebakaran itu sekira pukul 12.00 WIB.
Korban api sangat besar melahap semua harta benda milik korban dikarenakan kondisi kampung tengah sepi lantaran pada pergi ke sawah untuk memanen padi.
Camat Angsana Acep Jumhana mengaku, telah menerima laporan adanya musibah kebakaran.
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran menimpa Pak Marid. Tadi tim dari Pj Kades, dari jajaran Muspika dan KSB sudah turun ke lokasi bencana,” katanya, Rabu, 1 Mei 2024.
Dari laporan diterima, barang berharga milik korban tidak dapat diselamatkan.
“Untuk sementara korban di evakuasi ke rumah sodaranya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Kampung Siaga Bencana Kabupaten Pandeglang Beni Madsira mengatakan, musibah yang terjadi hari ini menimpa rumah Marid warga Kampung Curug.
“Yang rumahnya terbakar habis. Kebetulan Bapak Marid ini, tidak ada di rumahnya, beliau sedang kuli atau bekerja untuk memanen padi di sawah,” katanya.
Kejadian ini tepatnya pukul 12.45 WIB, itu memang susah dipadamkan karena memang di sini susah air. Kebetulan masyarakat juga tengah sepi pada panen padi ke sawah.
“Yang ada hanya ibu-ibunya saja, sehingga susah untuk dipadamkan,” katanya.
Masyarakat berupaya melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke rumah sebelahnya.
“Alhamdulillah api tidak sampai menjalar ke rumah tetangganya yang habis hanya satu rumah,” katanya.
Sementara ini, seisi rumah tidak ada yang tersisa. Harta benda, pakaian surat-surat penting seperti ijazah, administrasi kependudukan, KTP dan lain-lain semua terbakar habis.
“Semua tidak ada sisa, kami dari KSB langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan berapa kerugian kemudian berapa jumlah jiwa penghuni rumah,” katanya.
Nanti, untuk respon cepatnya memberikan bantuan logistik dasar dari Lumbung Sosial. Penyebab kebakaran diduga dari hubungan arus pendek listrik.
“Yang diketahui oleh seorang anak kecil mencium bau hangus kemudian kurang direspon oleh ibu-ibunya. Setelah kobaran api membesar barulah pada berteriak kebakaran namun bangunan rumah beserta barang berharga tidak bisa diselamatkan habis semua,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











