LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID-Pencarian terhadap dua penambang asal Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dihentikan oleh
Badan Sar Nasional (Basarnas). Operasi pencarian terhadap penambang yang terjebak di lubang batu bara sejak Sabtu, 27 April 2024, itu karena kondisinya rawan longsor.
Dua penambang berinsial RH (24), dan IR (35), itu diduga terkubur saat akan mengambil alat galian. Setelah tiga hari dilakukan pencarian menggunakan alat berat, operasi dihentikan. “Operasi SAR ditutup setelah tiga hari dilakukan pencarian terhadap korban dibantu dengan alat berat berupa Excavator karena tidak lagi memungkinkan korban untuk ditemukan,” kata Kasi Operasi Basarnas Banten Heru Amir dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 Mei 2024.
Dia menjelaskan, kondisi lubang galian batu bara rawan longsor. Sehinga atas izin keluarga korban, operasi pencarian dihentikan. “Hal berikut terjadi karena kondisi di sekitar lokasi kejadian rawan terjadinya longsor dan keputusan keluarga korban yang meminta dihentikannya pencarian terhadap korban,” ujarnya.
Diketahui. pencarian terhadap dua korban itu dilakukan dengan cara menggali lubang sedalam 10 meter dengan lebar hingga enam meter. Namun, belum membuahkan hasil. Lubang tambang batu bara sendiri, memiliki kedalaman hingga 20 meter ke dalam tanah.
Heru menyampaikan, dengan dihentikannya operasi SAR, semua satuan dan unsur sudah dikembalikan ke satuannya masing-masing.
“Dengan hal tersebut maka operasi SAR dinyatakan dihentikan dengan unsur- unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing- masing,” tandasnya.
Editor : Merwanda











