SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Ahmad Sururi beranggapan bahwa wacana antara Mantan Bupati Pandeglang Achmad Dimyati Natakusumah dengan Mantan Walikota Tangerang Arief Wismansyah akan menjadi ‘Kuda Hitam’ di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten nanti.
Sururi mengatakan, keduanya sangatlah berpotensi untuk berduet di kontestasi lima tahunan itu. Keduanya pun disebut mempunyai kekuatan yang ideal dan bahkan mampu menandingi bakal calon Gubernur lainnya seperti Airin Rachmi Diany maupun Rano Karno.
“Dilihat dari tiga aspek yaitu popularitas, branding atau pencitraan, dan dukungan internal Parpol maupun organisasi, maka keduanya punya potensi dan kompetitif untuk diperhitungkan menjadi kekuatan yang dapat menandingi Airin,” kata Sururi kepada Radar Banten, Minggu 12 Mei 2024.
“Tinggal strategi dan marketing politiknya, jika diduetkan bakal menjadi kuda hitam Pilgub Banten November 2024 nanti,” sambungnya.
Ia melihat, baik Dimyati maupun Arief memiliki basis masa yang kuat. Kedua mantan kepala daerah ini pun juga disebut memiliki keterwakilan dimasing-masing daerahnya.
Seperti Dimyati, politisi PKS itu telah berhasil menjadi Bupati Pandeglang dua periode yang juga diteruskan oleh istrinya yakni Irna Narulita yang juga menjadi Bupati Pandeglang selama dua periode ini. Dimyati juga sukses meniti karir di DPR RI dapil Banten I.
“Tepat, Dimyati menjadi representasi wilayah selatan dengan ideologi religius sedangkan Arif merupakan representasi wilayah utara dengan ideologi religius-nasionalis,” katanya.
Menurut Sururi, Pilgub Banten diwarnai tiga cluster yaitu cluster geografis yaitu utara-selatan, cluster sosiologi yaitu masyarakat perkotaan-pedesaan dan cluster demografis dan ekonomis yaitu penduduk berpenghasilan menengah ke atas dan bawah.
“Nah, Dimyati-Arif ini merupakan representasi atau keterwakilan ketiga cluster ini,” ucapnya.
Dikatakannya,jika duet itu benar terwujud, kini keduanya tinggal berfokus dalam menyusun strategi dan politik agar dapat menarik suara dari warga Banten,”Jika popularitas, elektabilitas dan modal logistik sudah dimiliki, maka strategi dan marketing politiknya yang harus memikat dan mengikat suara masyarakat Banten,” sebutnya.
Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, keduanya harus terlebih dahulu merebut restu dari partainya masing-masing. Yakni Dimyati dengan PKS nya dan Arief dengan Demokratnya.
Sebab, kedua partai itu juga diketahui memiliki kader lain yang berpotensi untuk dimajukan di Pilgub Banten seperti Ketua DPW PKS Banten Gembong R Sumedi, dan Ketua DPD Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya.
“PKS dan Demokrat pasti sudah memperhitungkan plus minus dan variabel calon yang akan dipilih termasuk peluangnya, karena targetnya tentu tidak hanya menandingi Airin, tetapi targetnya mengalahkan Airin, menang dan terpilih jadi Gubernur Banten,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











