SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Horizon Ratu, Kota Serang, Selasa, 21 Mei 2024.
Rakor itu membahas tentang optimalisasi bonus demorafi dan peningkatan SDM menuju Indonesia emas.
Berdasarkan pantauan, terlihat hadir beberapa perwakilan Pemerintah Daerah se-Provinsi Banten.
Turut hadir, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) pada BKKBN, Wahidin. Ia mengatakan, rakor ini dilakukan guna mengevaluasi dan merencanakan secara matang strategi setiap program percepatan stunting di daerah.
“Kita evaluasi beberapa indikator di tahun 2023, untuk bagaimana percepatan penurunan stunting di tahun ini. Sebab, Indonesia saat ini Indonesia tengah mengahdapi bonus demografi yang harus dimanfaatkan guna mencapai Indonesia Emas,” ujar Wahidin.
Dikatakannya, angka stunting di Indonesia masih berada dikisaran 20 persenan. Terdapat beberapa indokator yang menjadi percepatan penurunan stunting diantaranya yakni pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan alat kontrasepsi.
“Untuk penggunaan kontrasepsi jangka panjang memang Banten masih diangka 28 persen, sedangkan nasional itu sudah diangka 23 persen. Kita punya target ditahun ini bisa dibawah 15 persen,” katanya.
Untuk percepatan stunting, Wahidin meminta kepada seluruh stakeholder di Banten tidak hanya BKKBN saja untuk meremukan peningkatan capaian indikator tadi.
“Yang kedua ialah koordinasi antar daerah, saya minta teman-teman bisa memperioritaskan daerah yang capaian indikatornya masihlah sangat rendah,” tuturnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Rusman Effendi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggencarkan pelayanan KB kepada para akseptor di tanah jawara ini sebagai upaya percepatan penanganan stunting.
“Kita sudah diberikan arahan untuk memperluas jangkuan pelayanan kepada seluruh masyarakat di Banten, dan tentu hal tersebut akan kita lakukan melalui berbagai program yang menjangkau kantong-kantong stunting di pelosok daerah,” sebutnya.
Bupati Kabupaten Serang Ratu Tatu Chasanah menyatakan komitmennya untuk menurunkan stunting. Di Kabupaten Serang sendiri, kata Tatu, angka stuntingnya terus mengalami penurunan dari 37 persen di tahun 2019, dan turun diangka 23 persen di tahun 2023.
“Alhamdulillah dari sejak 2019 sampai 2023 angka stunting di Kabupaten Serang ini terus menurun dan ini mudah-mudahan bisa mencapai target nasional yaitu di 14 persen,” ucapnya.
Menurutnya, stunting sendiri perlu ditindaklanjuti secara serius karena akan menjadi faktor penentu arah kemajuan bangsa khususnya dalam mencapai cita-cita Indonesia yakni Indonesia Emas di tahun 2045 nanti.
“Persoalan stunting ini perlu kita tangani, karena tentunya untuk menyiapkan generasi mendatang. Generasi yang sehat secara fisik, dan generasi yang cerdas,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











