LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menganggarkan Rp 184,580 miliar untuk penanganan stunting pada tahun ini. Penanganan stunting menjadi upaya kontinu yang dilakukan setiap saat.
Kepala Bapelitbangda Lebak, Yosep M Holis mengatakan, salah satu yang kini dilakukan dengan menggelar kolaborasi atasi stunting, inflasi, dan kemiskinan ekstrem (KLASIK) serentak di enam kecamatan. Yakni, Rangkasbitung, Cibadak, Cimarga, Leuwidamar, Maja, dan Cijaku.
“Pemkab Lebak cukup serius menangani persoalana gizi buruk, stunting. Karenanya, tahun 2024 ini dialokasikan anggaran Rp 184,580 miliar yang dipergunakan melalui strategi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif,” katanya, Sabtu, 25 Mei 2024.
Melalui KLASIK, lintas perangkat daerah Lebak bersama kementerian/lembaga, dan pelaku usaha secara terpadu dan terintegrasi melakukan intervensi dalam rangka penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Tentunya, bantuan yang dibutuhkan dalam penanganan tersebut disalurkan kepada kelompok masyarakat mulai dari anak yang mengalami stunting, ibu hamil (bumil), dan keluarga kategori miskin ekstrem,” jelasnya.
Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati Lebak, Iwan Kurniawan mengatakan, penanganan stunting memerlukan langkah optimalisasi dan fokus pada seluruh upaya pembangunan terutama di lokasi prioritas.
“Anggaran tersebut dipergunakan melalui strategi intervensi gizi spesifik serta intervensi gizi sensitif dengan sasaran remaja putri, ibu hamil dan balita,” kata Iwan.
Penanganan stunting dilakukan oleh 18 perangkat daerah melalui 33 program, 44 kegiatan, dan 90 subkegiatan.
“Upaya penanganan stunting kita lakukan secara massif tahun ini dengan melibatkan 18 perangkat daerah untuk mengintervensi ketiga segmen tersebut,” jelasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











