SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten terus melakukan langkah pengendalian inflasi di Provinsi Banten, salah satunya melalui bawang merah.
Caranya, Distan mengandeng kelompok tani di sejumlah daerah di Provinsi Banten untuk melakukan penanaman komoditi bawang merah.
Seperti hari ini, Distan Banten bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menanami lahan milik Kelompok Tani Sauyunan 1, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang dengan bawang merah, Senin 27 Mei 2024.
“Ini sebagai upaya Pemprov Banten untuk menjaga inflasi yang disumbangkan oleh salah satu komoditas, yaitu bawang merah,” kata Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid.
Tidak hanya di Kota Serang, penanaman komoditas bawang merah ini juga dilakukan di daerah lainnya di Banten melalui gerakan Umbi. Adapun sebaran Umbi ini yakni Kabupaten Pandeglang 2 hektar, Kabupaten Lebak 1 hektar, Kabupaten Tangerang 2 hektar, Kabupaten Serang 2 hektar, Kota Serang 2 hektar dan Kota Cilegon 1 hektar.
Katanya, Pemprov Banten telah memberikan fasilitasi bantuan Dana APBD Tahun 2024, yaitu Fasilitas Sarana Produksi berupa Benih Bawang Merah Varietas Bima Brebes, Pupuk Organik, Insektisida, Kapur Pertanian, Pupuk Anorganik (NPK 16-16-16, KCL dan SP36).
Tidak hanya itu, dalam pengendalian inflasi, Distan Banten juga akan memberikan bantuan bibit aneka sayuran (Cabai dan Tomat) melalui Kegiatan Optimalisasi Budidaya Tanaman Hortikultura di lahan pekarangan untuk 24 KWT di 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Banten APBD Tahun 2024.
Serta Kegiatan Penguatan Nursery Aneka Sayuran sumber Dana APBN Pusat Tahun 2024 yang akan dilaksanakan dengan pembagian bibit cabai rawit dan bawang merah asal semai biji/benih hasil pembibitan Nursery Aneka Sayuran.
Selanjutnya, Agus berharap melalui penanaman bawang merah tersebut dapat memberikan kontribusi produksi di Kota Serang.
“Diharapkan ini menjadi triger kepada kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produksi bawang merah di Kota Serang,” katanya.
“Serta mampu merespons cepat suply bawang merah di pasar melalui penanaman bawang merah,” sambungnya
Sementara, Ketua Kelompok Tani Sauyunan 1 Adhari mengatakan, penanaman bawang merah tersebut merupakan penanaman perdana yang dilakukan oleh pihaknya.
“Alasannya penanaman bawang merah ini karena saya tertarik dengan bawang merah dan ini juga kebutuhan primer di rumah tangga,” ujarnya.
Ia menuturkan, demplot penanaman bawang merah varietas Bima Brebes tersebut dilakukan di lahan seluas 2.500 meter (0,25 hektar) dan diharapkan mampu menghasilkan 1,5 ton bawang merah nantinya.
“Kalau masa tanam sampai ke panen itu sekitar 60-70 hari,” pungkasnya.
Editor: Mastur











