SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dari total delapan unit mobil water cannon milik Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Serang, tiga unit mengalami kerusakan. Dua di antaranya mengalami rusak berat. Sementara satu lainnya milik Pos Damkar Petir sedang dalam perbaikan.
Kasubid Penanggulangan Bencana Kebakaran pada BPBD Kabupaten Serang, Tubagus Machfud mengatakan, di Pos Damkar Kabupaten Serang sendiri, sebenarnya ada sebanyak empat unit mobil water cannon yang terparkir. Namun dari ke empatnya, dua unit mengalami rusak berat dan tidak bisa digunakan.
“Yang siap siaga dua unit ini, karena yang Mersi ini audah lama rusak dan butuh perbaikan yang cukup lumayan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 31 Mei 2024.
Ia mengaku, meskipun bisa difungsikan, dua unit kendaraan yang siap digunakan di pos Damkar Kabupaten Serang juga butuh dilakukan pemeliharaan. Lantaran, biasanya juga terjadi masalah baik pada bagian rem ataupun kopling.
“Karena kan pemakaian nya kita insidentil. Biasanya kendala mobil seperti kopling, plat kopling, rem, strobo, nah itu butuh perbaikan. Yang dua ini juga kalau kita paksakan untuk laju cepat agak beresiko,” tegasnya.
Ia mengatakan, selain itu, saat ini mobil yang ada di Pos Damkar Petir juga sedang dalam perbaikan. Sehingga jumlah keseluruhan unit yang mengalami kerusakan ada sebanyak tiga. Belum lagi, ada dua unit mobil water suplay yang juga mengalami kerusakan.
“Water suplay yang di depan itu juga perlu perbaikan yang lumayan. Di Petir juga sedang dalam perbaikan,” tegasnya.
Menurutnya, Kabupaten Serang memiliki wilayah yang sangat luas sehingga armada yang ada saat ini dinilai masih kurang. Selain itu, ada juga kebutuhan mobil water canon ukuran kecil untuk menjangkau wilayah-wilayah yang akses jalannya kecil.
“Kalau berbicara ideal belum ada kajiannya, tapi memang masih butuh banyak unit karena wilayahnya yang luas. Terutama unit-unit yang kapasitasnya yang kecil ya karena lingkungan kita itu lebih banyak yang mudah diakses oleh mobil yang kecil,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Ivan Munasyah mengaku pihaknya sebenarnya ingin melakukan perbaikan terhadap kendaraan-kendaraan Damkar yang mengalami kerusakan. Namun karena keterbatasan anggaran, upaya tersebut belum dapat dilakukan.
“Semoga nanti ada lah peluang-peluang kita untuk memperbaiki kendaraan-kendaraan unit Damkar khusus untuk penanganan kebakaran,” tegasnya.
Menurutnya, kendaraan khusus untuk penanganan harusnya siap pakai dan tidak ada kendala. Berbeda halnya dengan kendaraan yang melekat pada jabatan.
“Kalau kendaraan penanganan itu erat kaitannya dengan pelayanan pada masyarakat. Jadi tidak boleh ada kendala,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











