SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Menjelang hari raya Idul Adha 1445 hijriyah, stok beras di Kabupaten Serang dipastikan aman. Hal itu mengingat saat ini di Kabupaten Serang sudah masuk masa panen pertama.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Yuli Saputra mengatakan, di Kabupaten Serang sendiri mayoritas petani melakukan panen sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Bahkan ada beberapa petani di wilayah yang memiliki sumber air yang berlimpah melakukan penanaman dan panen sebanyak empat kali.
“Kita dalam satu tahun itu minimal tiga kali masa panen, bahkan ada beberapa wilayah yang bisa sampai empat kali panen, atau IP 400,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 7 Juni 2024.
Bahkan, lanjut Yuli, untuk panen pada masa tanam pertama baru melakukan panen di bulan lalu bahkan ada yang masih melakukan panen di bulan ini. Hal itu tentunya menjamin ketersediaan beras saat menjelang hari raya idul adha ini.
“Panen kemarin bulan April dan Mei itu panen untuk menutupi masa tanam pertama yang ditanam di Januari dan Februari. Beras sampai Idul Adha nanti stoknya aman,” tegasnya.
Selain karena panen masa pertama yang sudah dilakukan, kepastian stok beras aman juga dikarenakan adanya bantuan dari pemerintah pusat terkait pemberian beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Karena memang sejak bulan April sampai Oktober kita masih ada bantuan pangan dari badan pangan berupa beras. Jadi untuk stok jelang idul adha ini dipastikan aman,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, kendati di Kabupaten Serang sempat terjadi kesulitan pangan khususnya saat menjelang pemilu 2024 lalu, di mana harga beras mencapai Rp18 ribu, namun hal tersebut dapat teratasi saat memasuki masa panen.
“Alhamdulillah saat bulan 4, 5 itu di beberapa tempat sudah panen, dan sekarang harga beras sudah normal kembali, artinya panen tersebut bisa menstabilkan harga beras terutama di Kabupaten Serang,” pungkasnya.
Sementara itu salah seorang petani yang menggarap lahan di dekat Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Niman mengaku bersyukur karena sawahnya sudah memasuki masa panen. Namun demikian, ia mengaku pada masa panen kali ini hasilnya kurang maksimal lantaran adanya hama burung.
“Kena hama burung, biasanya dapat 10 karung mah kalau lagi bagus, sekarang paling juga dapat 5 karung. Kalau untuk air sih masih aman,” tegasnya.
Ia mengaku jika nantinya hasil panen tersebut tidak akan dijual, melainkan untuk di konsumsi sendiri oleh keluarganya. “Untuk konsumsi sendiri aja sih engga dijual,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani











