PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang Tuna Netra bernama Siti Sopiah, warga Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang menolak ajakan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk pindah ke rumahnya. Penolakan Siti Sopiah disampaikan secara langsung kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini yang tengah melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Adapun Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak pindah Siti Sopiah ke rumahnya karena rasa prihatin mendalam karena Siti Sopiah merupakan seorang tuna netra namun merawat ibunya bernama Badiah yang sakit ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).
“Ibu tinggal ta tempat saya tah Bu (ajakan Mensos Tri Rismaharini kepada Siti Sopiah-red). Ibu mau tinggal di rumah saya,” kata Menteri Tri Rismaharini yang didampingi Bupati Pandeglang Irna Narulita kepada warga tuna netra Siti Sopiah saat melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 14 Juni 2024.
Mensos Risma mengajak pindah, tidak hanya Siti Sopiah seorang diri tetapi juga dengan ibu kandungnya bernama Badiah. Ibu kandungnya seorang pasien ODGJ Puskesmas Cadasari.
“Nanti sama ibu juga pindah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mensos Risma meminta, kepada anak buahnya untuk mengecek kondisi rumahnya. Serta agar diberikan bantuan kebutuhan makan setiap harinya.
“Karena dia tidak mau. Kita ajak enggak mau,” katanya.
Warga Tuna Netra yang merawat ibunya ODGJ, Siti Sopiah mengaku, kalau dirinya anak paling tua.
“Tinggal berdua sama ibunya. Kalau makan dikasih orang tapi ada saja rezeki mah,” katanya.
Ia mengungkapkan, merawat ibunya semenjak sakit saja.
“Kayaknya ada 15 tahun. Karena sakit ODGJ dan sakit segala macam aja sakit sudah tua,” katanya.
Ketika ditanya, kenapa menolak ajakan Mensos Risma pindah rumah, Siti Sopiah menegaskan, ia tidak mau pindah.
“Karena sudah punya rumah sendiri,” katanya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











