PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 440 jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang yang tergabung dalam kloter 15 Jakarta-Pondok Gede (JKG) tengah melaksanakan melontar atau melempar jumrah di Mina, Makkah.
Pelaksanaan lempar jumrah merupakan salah satu kegiatan ibadah haji yang dilaksanakan jemaah pada saat memasuki hari tasyrik di Mina.
Menurut Ketua Kloter JKG 15 asal Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten Isa, kondisi jemaah haji asal Pandeglang dalam keadaan sehat walafiat.
“Saya ketua kloter 15 melaporkan bahwa kondisi jemaah dalam keadaan sehat walafiat,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selularnya, Selasa, 18 Juni 2024.
Jumlah jemaah kloter JKG 15 sebanyak 440 jemaah. Terdiri dari 430 jemaah dan 10 orang petugas haji.
“Dari jumlah tersebut sebanyak 263 jemaah tanazul dan sebanyak 177 jemaah tinggal di tenda Mina,” katanya.
Isa mengungkapkan, semua kebutuhan perjalanan jemaah sudah disiapkan dengan matang. Termasuk mengantisipasi cuaca panas saat ini untuk siang hari mencapai suhu 46 derajat Celcius.
“Kami dengan dokter sudah mempersiapkan semprotan air dan setiap malam setiap jemaah kita kasih vitamin. Dan saat ini kita sedang melaksanakan lontar jumrah untuk Nafar awal,” katanya.
Syukur alhamdulilah pelaksanaannya berjalan lancar. Sekarang jemaah sudah kembali ke tenda di Mina.
“Setelah melaksanakan Nafar awal dan Nafar tsani, insya Allah jemaah akan melaksanakan tawaf ifadah (tawaf haji),” katanya.
Tawaf ifadah dilaksanakan setelah para jemaah haji kembali ke Makkah dari pelaksanaan rangkaian wukuf, mabit, dan melempar jumrah.
“Setelah Tawaf Ifadah, nanti selanjutnya kita akan persiapkan kepulangan ke Tanah Air. Di dalam jadwal kalau tidak ada perubahan jadwal isya Allah nanti sampai di Tanah Air pada tanggal 28 Juni 2024,” katanya.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Pandeglang Haji Kholid mengucapkan, rasa syukur jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah kabar diterima jemaah haji sehat semua. Kondisi ini terjadi karena memang sebelum keberangkatan dilaksanakan istitha’ah (mengecek kondisi kesehatan secara ketat kepada calon jemaah haji,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











