PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bupati Pandeglang Irna Narulita mendorong kepada Pemerintah Pusat agar proyek reaktivasi rel Kereta Api Rangkasbitung-Labuan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2025-2029.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menerima kunjungan kerja Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Ferdian Suryo Adhi Pramono di Pendopo Bupati Pandeglang.
Status proyek reaktivasi Rangkasbitung-Labuan saat ini masih berstatus proyek skala prioritas Balai Teknik Perkeretaapian belum ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.
Penetapan status itu sangat penting untuk percepatan proyek reaktivasi menjadi lebih singkat dari perencanaan saat ini baru akan selesai selama lima tahun yakni dari tahun 2025-2029 dengan alokasi anggaran sebesar Rp500 Miliar.
Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap, Reaktivasi Kereta Api Rangkasbitung-Labuan menjadi Proyek Strategis Nasional.
“Harapannya wajib. Kalau kita terus mendorong karena surat saya sudah berkali-kali,” katanya di Pendopo Bupati Pandeglang, Kamis 20 Juni 2024.
Bupati Irna menjelaskan, kalau pemerintah pusat menetapkan sebagai PSN maka reaktivasi rel Kereta Api Rangkasbitung-Labuan harus menjadi skala prioritas. Artinya dalam penyediaan atau alokasi anggarannya masuk skala diprioritaskan karena kepentingannya dalam mendorong percepatan kebangkitan ekonomi masyarakat Pandeglang.
“Karena Kabupaten Pandeglang ke DKI Jakarta ini dekat banget. Menjadi buffer zone (zona penyangga) nya ada di Banten, jadi enggak mungkin juga nanti indikator makro Indonesia ada ketimpangan dekat Jakarta,” katanya.
Bupati Irna menerangkan, pada saat ini nampak jelas terlihat terjadi ketimpangan antara Banten utara dan Banten selatan yang dekat dengan DKI Jakarta.
“Di ujung sana ada Lebak dan Pandeglang, yang tentunya masih perlu dibantu tangan-tangan pusat dan provinsi. Kami berharap menjadi proyek strategis nasional,” katanya.
Reaktivasi rel Kereta Api Rangkasbitung-Labuan harus menjadi prioritas karena DKI dekat banget.
“Buffer zone nya ada di Banten ada Lebak dan Pandeglang,” katanya.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Ferdian Suryo Adhi Pramono mengatakan, anggaran reaktiviasi rel Kereta Api Rangkasbitung-Labuan sekitar Rp500 miliar.
“Itu untuk reaktivasi rel Kereta Api. Diluar dari pengadaan sarana dan prasarana kereta ini tergantung dari operator PT KAI,” katanya.
Ferdian menjelaskan, di pihaknya juga mengalokasikan anggaran namanya penertiban lahan. Yaitu pengosongan bangunan rumah maupun lainnya di lahan menjadi aset Perkeretaapian.
“Karena kebetulan setelah didata, waktu dulu itu dibantu juga oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita, hampir semua (bangunan rumah dan lainnya) berdasar hasil kajian kami semua masih masuk dalam lahan milik Perkeretaapian,” katanya.
Jadi, nanti akan ada kegiatan namanya penertiban lahan.
“Jadi akan ada anggaran namanya penertiban lahan untuk semacam ya katakanlah kerohiman untuk para masyarakat di sekitar. Jadi kita berikan ganti untung,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: AGung S Pambudi











