LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak menyoroti kualitas air yang dikelola oleh PDAM Tirta Dharma Kabupaten Lebak yang disuplai ke masyarakat. Sebab, air tersebut kotor dan tidak berkualitas.
Ketua Umum HMI Lebak Ratu Nisya Yulianti menyebut, buruknya kualitas air salah satunya dirasakan pelanggan di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung.
“Kualitas air yang mengalir ke warga seringkali berwarna kecoklatan seperti comberan. Masyarakat sudah sering mengeluh dan protes karena air tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari bahkan ini terjadi kepada saya dan orang-orang sekitar,” kata Ratu Nisya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 24 Juni 2024.
Ia menegaskan, buruknya kualitas air PDAM bukan karena kondisi kemarau panjang, melainkan perusahaan pelat merah tersebut dinilai tidak pernah serius mengatasi persoalan pelayanan kualitas air pelanggan.
“Ini yang kemudian menjadi kebiasaan tidak memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. PDAM Tirta Dharma Lebak terkesan tidak menghiraukan permasalahan tersebut. Bahkan persoalan pelayanan publik yang tidak komunikatif sering kali dikeluhkan,” tegasnya.
Menurut Nisya, jika masyarakat dipaksakan untuk menggunakan air tersebut, maka yang dikhawatirkan adalah timbulnya berbagai penyakit.
“Siapa yang akan bertanggungjawab jika ada efek yang ditimbulkan dirasakan oleh masyarakat akibat kualitas air yang buruk tersebut,” tanya Nisya.
Lebih lanjut Nisya menuturkan, terlebih hari ini bukan menjadi rahasia umum bahwa PDAM Lebak sedang diawasi dan disoroti oleh APH di lingkup Kabupaten Lebak perihal tindak pidana korupsi.
“Artinya memang sistem kerja PDAM Lebak sangat buruk karena tidak menerapkan prinsip kualitas dan tidak mengutamakan kepentingan masyarakat. Ini sangat sepakat dengan delik tindak pidana korupsi terlebih saya mendengar soal penyalahgunaan pembelian air bersih ke Pemda Lebak. Harapan saya segera didalami dan diringkus saja oknum yang menguntungkan pribadinya saja,” tandasnya.
Sementara itu, Chandra Hidayatullah menyampaikan kualitas air bersih milik PDAM Lebak sangat tidak berkualitas dan sudah berlangsung sudah lama.
“Sudah lama, dan kualitas air tersebut sangat buruk. Karena air kotor serta tidak layak dikonsumsi untuk air minum. Selain itu, pengelolaan air PDAM Lebak sudah tidak profesional dan pemerintah harus segera melakukan pembenahan,” tuturnya.
Editor : Merwanda











