LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Komputer, Teknik, Hukum, Komunikasi, serta Ekonomi Universitas Esa Unggul berkolaborasi dengan Saijah Adinda Kabupaten Lebak melaksanakan observasi dan kunjungan ke Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis, 27 Juni 2024.
Kegiatan tersebut bukan hanya sekadar kunjungan dan wisata, tetapi juga melibatkan berbagai aktivitas seperti observasi, penelitian, dan bakti sosial di lingkungan Baduy.
Sebelum menuju Baduy, rombongan mahasiswa dan dosen mengunjungi Perpustakaan Saidjah Adinda dan Museum Multatuli.
Kepala Museum Multatuli, Ubaidillah Muchtar, menyambut baik kehadiran ratusan mahasiswa yang datang ke Kabupaten Lebak khususnya di Museum Multatuli.
“Selamat datang di Kabupaten Lebak dan memperkenalkan wisata sejarah yang ada di pusat Kota Rangkasbitung, yaitu Perpustakaan Saidjah Adinda dan Museum Multatuli, yang dikenal sebagai museum anti kolonialisme dengan sejarah dan eksistensinya di kancah internasional,” kata Ubai saat berada di Museum Multatuli, Kamis 27 Juni 2024.
Perwakilan Paguyuban Saija Adinda Moch Fathahillah mengatakan, kunjungan mahasiswa dan dosen Universitas Esa Unggul ini selaras dengan program Saija Adinda Kabupaten Lebak, yaitu Nyaba Baduy, yang telah dilaksanakan sebanyak tiga kali.
“Program ini membawa masyarakat umum, akademisi, peneliti, dan pihak lain yang ingin bersilaturahmi dengan Masyarakat Adat Baduy. Program ini juga dikolaborasikan dengan program unggulan Saija Adinda, “Sahabat Sanda”, yang melibatkan pelajar pelopor dan penggiat pariwisata sebagai volunteer dalam kegiatan Nyaba Baduy,” ujarnya.
Ia menyampaikan, selain mendampingi mahasiswa dan dosen, Saija Adinda juga berkoordinasi dengan Masyarakat Baduy, khususnya di Kampung Balingbing, yang menjadi tempat menginap selama kegiatan berlangsung.
“Keterlibatan Saija Adinda dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi dalam mengkampanyekan narasi “Nyaba Baduy” agar kawasan baduy dikunjungi dengan penuh tanggung jawab dan terus terjaga kelestariannya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Fathahillah menambahkan rombongan juga melakukan diskusi yang dilakukan bersama Masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam untuk memahami lebih dalam adat istiadat serta kebiasaan masyarakat Baduy.
“Mahasiswa dari masing-masing fakultas Universitas Esa Unggul melakukan berbagai kegiatan bakti sosial seperti pemeriksaan kesehatan, pemberian obat cacing, bantuan sembako, dan pembuatan tempat sampah bambu di beberapa titik Kampung Balingbing. Kegiatan ini diakhiri dengan berpamitan kepada seluruh Masyarakat Baduy yang telah menerima dengan baik kegiatan Nyaba Baduy,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











