LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dalam mendukung kemajuan pembangunan daerah di Banten. Budayawan hingga seniman akan menggelar dialog kebudayaan bersama Andra Soni bakal calon gubernur (Bacagub) Banten di Amphiteater Guriang Indonesia, Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak pada Sabtu, 29 Juni 2024.
Dede Abdul Majid Direktur Teater Guriang mengatakan, dialog kebudayaan dengan tema “Kebudayaan sebagai Strategi Pembangunan Daerah” yang akan dihadiri langsung oleh Calon Gubernur Banten Andra Soni.
“Acara ini merupakan bagian dari rangkaian dialog berkelanjutan yang bertujuan untuk mempertemukan calon pemimpin daerah dengan para seniman dan budayawan,” kata Majid kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 28 Juni 2024.
Disebutkan Majid, dalam dialog ini, mereka menyampaikan komitmennya terkait pengembangan kebudayaan sebagai salah satu pilar penting dalam strategi pembangunan daerah.
“Isu kebudayaan harus digulirkan oleh mereka bahwa kebudayaan tidak hanya sebagai identitas dan kebanggaan daerah, tetapi juga sebagai potensi besar yang dapat mendorong sektor ekonomi, pariwisata, dan pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dialog kebudayaan tersebut merupakan program dan inisiatif yang akan dilakukan untuk mendukung dan melestarikan kebudayaan lokal, yang harus muncul dalam visi misi.
“Beberapa poin utama yang dituntut antara lain, pertama kebijakan, regulasi, atau payung hukum yang mendorong pada pemajuan kebudayaan seperti perda dan visi pembangunan daerah yang melibatkan kebudayaan sebagai strategi pembangunannya. Kedua pemberdayaan Seniman Lokal, pelatihan, pendanaan, dan pengakuan untuk para seniman lokal agar mereka dapat terus berkarya dan berkembang,” tuturnya.
“Ketiga adanya Integrasi Kebudayaan dalam Pendidikan: Menyisipkan nilai-nilai dan pengetahuan budaya lokal dalam kurikulum pendidikan untuk generasi muda. Sementar keempat ada pembanguanan pusat kebudayaan yang memadai,” sambungnya.
Diharapkan Majid, seniman dan budayawan yang hadir dalam dialog ini akan turut memberikan masukan dan berbagi pandangan mereka mengenai kondisi kebudayaan saat ini. Mereka akan menyambut baik komitmen dan rencana yang digulirkan.
“Acara ini akan ada sesi tanya jawab yang interaktif, dimana Andra Soni menjawab berbagai pertanyaan dari peserta dengan terbuka dan transparan. Dialog kebudayaan ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas budaya untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” tandasnya. (*)
Editoe: Bayu Mulyana











