LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Banten Andra Soni mendukung para seniman dan budayawan untuk mengusung pembangunan berbasis kebudayaan di Banten.
Hal tersebut diungkapkan Andra saat hadir mengisi Dialog Kebudayaan yang digelar di Amphiteater Guriang Indonesia, Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak pada Sabtu, 29 Juni 2024.
“Ini adalah kegiatan diskusi, saya diundang oleh kawan-kawan penggiat kebudayaan Provinsi Banten. Dan Alhamdulillah pas waktunya saya bisa hadir, dan ini bagian dari memperkaya, isi kepala saya dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan Provinsi Banten berbasis kebudayaan,” kata Andra usai mengisi diskusi di Amphiteater Guriang, Sabtu 29 Juni 2024.
Dijelaskannya, kebudayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Sehingga menjadi tolak ukur dalam pembangunan di Banten.
“Ini adalah ide luar biasa, bahwa sebagai manusia dan mahluk sosial tentu kebudayaan itu hasil olah pikir akal budi, yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan dan menjadi tujuan hidup,” ujar ketua DPRD Provinsi Banten ini.
Lebih lanjut, ia menyebutkan kehadirannya sebagai wakil rakyat untuk mendukung dan merumuskan undang-undang pemajuan kebudyaan.
“Jadi teman-teman lembaga legislatif itu, merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah, dan diberi kewenangan dalam rangka menyusun APBD atau bugeting. Dan kemudian dalam rangka menyusun dan membuat peraturan daerah, dalam hal ini legislasi dan kemudian dalam rangka mengawasi,” tuturnya.
“Jadi berharap ke pemrintah daerah, sama berharap kepada DPRD. Alhamdulillah terkait dengan kebudayaan, hari ini kita telah memiliki turunan dari undang-undang pemajuan kebudayaan, yaitu Perda Pemajuan Kebudayaan Provinsi Banten,” sambungnya.
Dede Abdul Majid selaku Direktur Teater Guriang mengatakan, dalam dialog ini, disampaikan komitmennya terkait pengembangan kebudayaan sebagai salah satu pilar penting dalam strategi pembangunan daerah.
“Isu kebudayaan harus digulirkan oleh mereka bahwa kebudayaan tidak hanya sebagai identitas dan kebanggaan daerah, tetapi juga sebagai potensi besar yang dapat mendorong sektor ekonomi, pariwisata, dan pendidikan,” ujarnya.
Diharapkan Majid, seniman dan budayawan yang hadir dalam dialog ini akan turut memberikan masukan dan berbagi pandangan mereka mengenai kondisi kebudayaan saat ini. Mereka akan menyambut baik komitmen dan rencana yang digulirkan.
“Dialog kebudayaan ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas budaya untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif,” tandasnya.
Editor: Abdul Rozak












